Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Perubahan Iklim ekstrim Hantui Petani Kopi, UPTD BP2MB-PTP lakukan antisipasi

10 Jun 2026 11:39:53 WIB 1x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Perubahan Iklim ekstrim Hantui Petani Kopi, UPTD BP2MB-PTP lakukan antisipasi
5 Mei 2026, UPTD BP2MB-PTP (Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih dan Perlindungan Tanaman Perkebunan) Sumatera Barat melakukan sekolah lapang untuk memberikan edukasi kepada pekebun kopi dalam rangka antisipasi dampak perubahan iklim. Langkah ini sangatlah tepat ditengah perubahan iklim yang terpampang nyata beberapa tahun terakhir. Saat ini kita tidak lagi bisa memprediksi iklim l, curah hujan tinggi tidak hanya terjadi pada akhir tahun padan bulan yang berakhiran –ber, namun bisa terjadi sepanjang tahun. Perubahan iklim ini tidak hanya menyebabkan kerusakan terhadap komoditas pertanian namun sudah merusak pemukiman bahkan menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk diwilayah kita pesisir selatan. Tanaman kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang sangat sensitive terhadap perubahan iklim, dampak perubahan iklim ini sangat signifikan dirasakan oleh petani kopi. Di brazil perubahan iklim menyebabkan gagal panen bahkan kerusakan/kematian terhadap tanaman kopi. Kegagalan di brazil ini salah satu menyebabkan harga komoditas kopi naik cukup signifikan. Dampak perubahan iklim bisa terjadi kapan saja, termasuk bagi petani kopi di Indonesia, sehingga perlu disiapkan langkah antisipasi. Hari pertama ini UPTD BP2MB-PTP Sumatera Barat memberikan kesempatan kepada bidang perkebunan untuk memberikan paparan dengan tema gas rumah kaca, dampak perubahan iklim dan langkah antisipasi. Wardi, STP mewakili bidang perkebunan menyampaikan bahwa “penyebab perubahan iklim adalah efek gas rumah kaca, gas rumah kaca ini seperti masuk mobil yang sudah dijemur dipanas terik dengan kaca tertutup”, tuturnya. Pada bumi yang menjadi kaca adalah lapisan ozon yang selimuti oleh gas CO2, CH4 ,N₂O, HFC, PFC, dan SF₆. Semua gas ini sebagian besar dihasilkan oleh kemajuan teknologi dan industry. Sebagai seorang petani tentu diharapkan bijak dalam berkebun, menghindari pembukaan lahan secara massif, tebang pilih, pembukaan lahan tanpa dibakar, mengurangi penggunaan pupuk, dan pengolahan limbah perkebunan untuk menjadi pupuk organic. Perubahan iklim bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain stess suhu tinggi, kekeringan, penurunan kualitas, dan serangan hama penyakit. Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain tanaman kopi harus memiliki tanaman pelindung, biopori, rorak dan pengendalian organisme pengganggu dengan bahan hayati. Antusias peserta sekolah lapang hari ini, diharapkan bisa diaplikasikan sehingga berkontribusi secara luas terhadap bumi dan masa depan generasi penerus.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.