Pada Kamis, 26 Oktober 2023, Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian melakukan pendampingan Tim Balai Veteriner Bukittinggi dalam rangka Penyidikan dan Pengujian Rabies ke Puskeswan Terpadu Inderapura. Adapun personil yang terlibat guna pendampingan kegiatan ini adalah Fungsional Medik Veteriner Muda drh. Indosrizal beserta 2 dua staf di bidang Keswan dan Kesmavet. Tim Balai Veteriner Bukittinggi yang dikoordinasikan oleh fungsional medik veteriner Balai Veteriner Bukittinggi, drh. Tri Susanti, membawa paramedis veteriner dan beberapa staf.
Penyidikan dan pengujian rabies dilakukan bagi hewan pembawa rabies (HPR) yang telah diberikan vaksinasi rabies. HPR yang dimaksud diutamakan pada spesies anjing. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas vaksinasi rabies. Tim Balai Veteriner Bukittinggi melakukan pengambilan sampel darah pasca vaksinasi untuk dihitung titer antibodi yang terbentuk.
Pengambilan sampel darah pada HPR dilakukan di wilayah kerja Puskeswan Terpadu Inderapura. Adapun petugas yang turut mendampingi tim BVet adalah Kepala Puskeswan Terpadu Inderapura, sdr. Erita, S.Pt berikut beberapa staf paramedik. Secara teknis, sampel darah anjing yang diambil kira-kira sebanyak 1 - 2 ml, kemudian sampel darah tersebut didiamkan selama beberapa jam agar darah dan serum darah dapat terpisah. Jika darah diambil dan ditempatkan di tabung yang sesuai, darah akan mengeluarkan bagian yang cair berwarna kekuningan yang disebut sebagai serum.
Adapun jumlah sampel darah yang menjadi target pengambilan adalah sebanyak 50 ekor, yang dibagi secara sebaran epidemiologis di dua wilayah kerja Puskeswan. Salah satu nya di Puskeswan Terpadu Inderapura sebnayak 25 ekor, setelah sebelumnya dilakukan pengambilan sampel di Puskeswan Terpadu Inderapura. Selanjutnya sampel darah yang diambil akan dibawa ke Balai Veteriner untuk dilakukan uji titer antibodi menggunakan teknik ELISA (enzyme Linked Immunosorbant Assay). Harapan dari vaksinasi rabies yang dilakukan adalah munculnya kekebalan terhadap penyakit rabies pada hewan pembawa rabies (HPR) yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. ( Kontributor: drh. Indosrizal, fungsional medik veteriner Ahli Muda di Bidang Keswan dan Kesmavet).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!