Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Penataan akses reforma agraria, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gandeng Dinas Pertanian

10 Jun 2026 16:38:34 WIB 1x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Penataan  akses reforma agraria, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gandeng Dinas Pertanian
3 Mei 2026, Badan Pertanahan Nasional melaksanakan sosialiasi Akses Reforma Agraria di Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir. Ada dua tahapan dalam reforma agraria yaitu penataan asset dan penataan akses reforma agraria. Penataan asset dalam hal ini penerbitan sertifikat dan penataan akses adalah pemberdayaan asset menjadi lebih produktif. Peserta sosialisasi adalah penerima manfaat sertifikat tanah melalui kegiatan reforma agraria. Untuk meningkatkan akses bagi pemilik sertifikat, BPN menghadirkan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Transmigrasi dan Dinas Pertanian. Melalui Reforma Agraria merupakan upaya BPN untuk memberikan kepastian hukum terhadap tanah masyarakat dan mendorong agar tanah yang disertifikat menjadi lebih produktif. Bidang Perkebunan yang diwakili Wardi S.TP menuturkan “ Sekarang sudah ada kepastian hukum bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahannya untuk tanaman tahunan tanpa khawatir terjadinya sangketa atau konflik terhadap lahan, yang menyebabkan buah yang ditanam dipetik oleh orang lain”. Untuk bisa meningkatkan akses terhadap lahan, hal utama yang harus diperkuat adalah kelembagaan, bersama lembaga masyarakat akan lebih mampu dalam teknis budidaya, biaya produksi lebih rendah dan hasil panen lebih mudah di Pasarkan. Selain itu dengan adanya penataan asset melalui sertifikat lahan akan memudahkan masyarakat untuk akses permodalan melalui per-Bankan. Dalam sosialisasi ini sebagian besar dihadiri oleh peserta yang berumur diatas 50 tahun, sesuai dengan semangat pemerintah pusat dan daerah sudah saatnya regenerasi petani kepada generasi muda. Salah satu program Kementerian pertanian adalah petani milenial untuk transformasi teknologi, “sudah saatnya generasi muda/anak bapak ibu dilibatkan dalam pertanian “ tutur Wardi. Selain itu juga disampaikan program kegiatan dinas pertanian secara umum yang bisa dimanfaatkan melalui kelompok tani, penekanan utama terhadap program bidang perkebunan yang merupakan keahlian dari narasumber. Sungai Tunu merupakan sebuah nagari yang sebagian besar masyarakatnya hidup bertani. Komoditi unggulan di daerah ini adalah kelapa sawit, pala, jagung dan padi. Kendala yang dihadapi khususnya untuk tanaman pangan adalah irigasi tadah hujan, walaupun sudah ada kegiatan optimasi lahan namun belum bisa sepenuhnya menyelesaikan masalah karena irigasi yang harus diperbaiki adalah irigasi primer. Berdasarkan hasil diskusi dengan peserta, kelompok tani di daerah ini sudah terbentuk namun belum dimanfaatkan secara optimal. Belum ada pertemuan secara berkala dari anggota untuk bertukar informasi atau secara bergotong royong dalam memperbaiki infrastruktur pertanian. Ditengah keterbatasan anggaran pemerintah, semangat gotong royong memang harus kembali dihidupkan.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.