Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Distribusi Vaksin dan peralatan Vaksinasi Jembrana ke Puskeswan

26 Oct 2023 10:08:27 WIB 12x dibaca
BIDANG KESWAN
Distribusi Vaksin dan peralatan Vaksinasi Jembrana ke Puskeswan

Dalam rangka pengendalian Penyakit Jembrana di Kabupaten Pesisir Selatan, maka pada Rabu, 25 Oktober 2023 Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian melakukan distribusi vaksin dan peralatan pendukung vaksinasi Jembrana ke Puskeswan Terpadu Sutera, Puskeswan Terpadu Padang Laban, Puskeswan Terpadu Inderapura, Puskeswan Terpadu Lunang dan Puskeswan Terpadu Silaut. Adapun personil yang terlibat dalam rangka distribusi vaksin adalah fungsional medik veteriner ahli muda bidang Keswan dan Kesmavet, drh. Indosrizal dan 2 (dua) staf di bidang Keswan dan Kesmavet. Kegiatan vaksinasi Jembrana bersumber dari Anggaran Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. Anggaran yang dimaksud adalah pengadaan vaksin Jembrana beserta biaya operasional pelayanan (BOP) bagi petugas pelaksana vaksinasi Jembrana.

Kejadian penyakit Jembrana secara klinis pernah ditemukan oleh petugas pada tahun 2023 sebanyak 106 kasus/ekor, dan dilaporkan oleh petugas medik veteriner dan paramedik veteriner dari Puskeswan Sutera, Puskeswan Padang Laban dan Puskeswan Inderapura. Penyakit Jembrana adalah penyakit hewan menular pada sapi yang disebabkan oleh virus Jembrana. Penyakit ini bersifat akut dan menimbulkan tanda klinis yang jelas pada sapi bali (Bos javanicus domesticus), sedangkan pada jenis sapi lainnya hanya bersifat subklinis dan tidak menunjukkan tanda klinis yang nyata. 

Penyakit Jembrana merupakan penyakit yang hanya ditemukan di Indonesia, kasusnya pertama kali ditemukan di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada tahun 1964,[3] dan kini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jembrana adalah: Demam (suhu badan sapi tinggi, berkisar antara 39° C-41,5°C), Pembengkakan hebat kelenjar limfe, Erosi (luka-luka) pada selaput lendir mulut, Diare yang sering bercampur darah dan sering terjadi sapi mengalami berkeringat darah. Penularan penyakit jembrana dari sapi ke sapi lainnya diperkirakan oleh serangga penghisap darah seperti lalat (lalat tapis) caplak dan nyamuk. Serangga-serangga tersebut merupakan serangga penghisap darah. Jika serangga menggigit dan menghisap darah sapi yang sakit. Penanggulangan penyakit secara umum dilakukan dengan cara pencegahan dan pengobatan.

Tindakan pencegahan, yaitu mengupayakan agar virus tidak menyebar, tindakan tersebut, meliputi:

1) Karantina

Memelihara secara terpisah sapi yang baru datang dari lingkungan lain ke lokasi peternakan untuk beberapa hari, setelah itu jika sapi baru tersebut ternyata sehat maka dapat dipelihara bersama dengan sapi yang telah ada di lokasi.

2) Isolasi

Mengandakan secara terpisah sapi yang sakit sampai sapi tersebut sembuh.

3) Sanitasi

Membersihkan kandang dan lingkungannya setiap hari, supaya tidak ada sampah dan limbah menumpuk di sekitar kandang, karena tumpukan sampah dan limbah merupakan tempat persembunyian dan pembiakan serangga. Sebaiknya sampah dan limbah segera diproses menjadi pupuk/kompos, karena proses pengomposan dapat memayikan telur dan larva serangga yang ada didalamnya.

4) Spraying

Menyemprot kandang dengan anti serangga secara berkala sesuai dengan aturan dan rekomendasi dinas peternak. 5) Memelihara sapi secara baik, memberinya cukup pakan dan menyediakan kandang yang layak supaya tubuh sapi menjadi kuat sebab tubuh yang kuat akan dapat bertahan dan mampu melawan penyakit/virus yang menyerangnya.

6) Vaksinasi

Memberikan vaksin jembrana sesuai dengan aturan kepada semua sapi yang sehat, supaya pada setiap sapi terbentuk kekebalan terhadap penyakit jembrana. Selanjutnya dilakukan tindakan pengobatan, yaitu mengupayakan sapi yang sakit agar segera sembuh, dengan memberikan obat kepada sapi. Ini bisa dilakukan oleh dokter hewan, supaya sapi mendapatkan obat yang tepat dalam takaran yang sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan kondisi sapi.

Adapun jumlah vaksin Jembrana yang dialokasikan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat untuk Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebanyak 1.300 dosis yang dibagikan ke masing-masing Puskeswan, di antaranya Puskeswan Sutera, Puskeswan Padang Laban dan Puskeswan Silaut mendapatkan alokasi masing-masing vaksin Jembrana sebanyak 200 dosis, Puskeswan Inderapura sebanyak 600 dosis dan Puskeswan Lunang sebanyak 100 dosis. Vaksinasi harus dilaksanakan oleh petugas Puskeswan sesegera mungkin mengingat masa kadaluarsa vaksin ini sangat dekat sekitar 3 bulan. Pelaksanaan vaksinasi Jembrana wajid dikirimkan laporan nya ke isikhnas. Sehingga data laporan penyakit dapat diakses kapan saja. Semoga dengan diberikan vaksinasi Jembrana dapat menurunkan kejadian penyakit Jembrana pada sapi Bali di Kabupaten Pesisir Selatan (Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda Bidang Keswan dan Kesmavet).

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.