Pada tanggal 24-27 November 2025 Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat mengalami Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor dari 15 Kecamatan 10 Kecamatan yang terdampak bencana tersebut yaitu Kecamatan Koto XI Tarusan, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kecamatan Bayang, Kecamatan IV Jurai, Kecamatan Batang Kapas, Kecamatan Sutera, Kecamatan Lengayang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kecamatan Linggo Sari Baganti, dan Kecamatan Pancung Soal. Akibat bencana ini, kerugian yang dialami oleh masyarakat yaitu rumah hanyut, rumah tertimpa material, longsor dan pohon tumbang, putusnya akses transportasi dan banyaknya lahan pertanian yang rusak, baik hanyut maupun tertimbun material longsor serta ternak yang mati dan hanyut. Dampak dari bencana ini akan mengakibatkan penurunan Produksi Sektor Pertanian tahun 2025. Dimana pada tahun 2024, Kabupaten Pesisir Selatan merupakan daerah penghasil padi tertinggi di Provinsi Sumatera Barat dengan indeks pertanaman 1,78 dengan luas tanam 40.551,90 hektar dan produksi sebesar 167,598 ton. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (Ibu Idha W Arsanti) melakukan kujungan dan peninjauan Dampak Bencana Alam di Kabupaten Pesisir Selatan langsung menuju Kantor Bupati Pesisir Selatan dan disambut oleh Bapak Wakil Bupati Pesisir Selatan. Kunjungan tersebut memastikan bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian tepat sasaran dan didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak di Kabupaten Pesisir Selatan. Bapak Wakil Bupati langsung menyerahkan Proposal Penanganan Dampak Bencana Alam kepada Kementerian Pertanian yang langsung diterima oleh Ibuk Kepala Badan penyuluhan dan PPSDM Kementan. Jika hal ini tidak ditindaklanjuti dengan cepat, maka dikhawatirkan produksi pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan akan mengalami penurunan yang sangat drastis, rincian kerugian sektor pertanian akibat bencana dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Data Kerugian Sektor Pertanian Akibat Bencana Banjir Bandang Dan Tanah Longsor di Kabupaten Pesisir Selatan tanggal 24-27 November 2025 No. Uraian Jumlah terdampak 1 Areal Pertanian yang terdampak -Padi 1.593 Ha -Jagung 589,10 Ha -Sayuran 3,40 Ha Total Kerugian sub sektor tanaman pangan Rp. 6.021.844.890,00 2 Sub Sektor Peternakan yang terdampak -Sapi 11 ekor -Itik - -Kambing 145 ekor -Ayam 2.018 ekor Total Kerugian Sub Sektor Peternakan Rp. 228.150.000,00 3 Bencana Alam Banjir -Puso 315,40 Ha -Terkena - Beberapa tindakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yaitu : 1.Pemberian bantuan makanan, paket sembako, pakaian bekas layak pakai kepada masyarakat terdampak bencana; 2.Melakukan perbaikan infrastruktur transportasi darurat; 3.Melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana; 4.Melakukan koordinasi kepada seluruh sektor dalam hal penanganan pasca bencana. Terkait kerusakan sektor pertanian dimohon kepada Kementerian Pertanian untuk dapat memberikan bantuan kepada Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan berupa penggantian terhadap kerugian yang dialami oleh Petani dan Peternak yang terdampak bencana. Kebutuhan yang kami harapkan adalah : 1.Penggantian bibit tanaman dan saprodinya seperti surat terlampir. 2.Penggantian ternak, pakan dan obat – obatan seperti surat terlampir. 3.Lahan-lahan yang rusak/ tertimbun untuk dapat dibuat kembali seperti lahan yang layak untuk ditanami. 4.Jaringan irigasi yang rusak dan hanyut untuk dilakukan rehabilitasi dan dibangun kembali.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!