Pada Rabu, 29 April 2024, Bidang Keswan dan Kesmavet melaksanakan distribusi vaksin Jembrana ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Terpadu Inderapura. Tim Keswan dan Kesmavet yang dipimpin oleh Fungsional Medik Veteriner pada Bidang Keswan dan Kesmavet, drh. Indosrizal, bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Inderapura, Sdr. Erita, S.Pt dan 2 (dua) orang paramedik veteriner Puskeswan, Yudi Marlides dan Jumatul Hayani, S.Pt. Adapun tujuan kunjungan kali ini adalah distribusi vaksin Jembrana dengan merk dagang JD-Vet, bersumber dari anggaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat.
Vaksin yang diserahkan sebanyak 400 dosis guna Pengendalian penyakit Jembrana di wilayah Puskeswan Terpadu Inderapura, terutama untuk Kecamatan Pancung Soal yang saat ini terdapat temuan kasus penyakit Jembrana. Vaksin JD-VET merupakan vaksin inaktif yang digunakan untuk tujuan pengebalan penyakit Jembrana pada Sapi Bali. Setiap dosis vaksin sebanyak 3 mL berisi suspensi organ limpa yang mengandung virus Jembrana, diinaktivasi dengan Triton X-100, dan diemulsikan dengan adjuvan minyak perbandingan 1:2, bentuk vaksin merubah emulsi air dalam minyak.
Kemasan botol plastik vaksin terdapat 150 mL vaksin untuk 50 dosis. Vaksin Jembrana disarankan untuk disimpan pada 2-8 ° C, dan tidak boleh disimpan pada suhu beku. Selama pemakaian di lapangan, vaksin dijaga pada suhu dingin. Pada penyimpanan yang lama bisa terbentuk lapisan yang jernih dan jika dikocok sebelum pemakaian, vaksin akan kembali homogen maka vaksin masih dalam keadaan baik. Jika vaksin dikocok tidak kembali homogen, maka vaksin dalam kondisi rusak dan tidak dapat digunakan.
Pada proses pemakaian, sebaiknya menggunakan alat suntik (spuit) yang steril, besar dan kuat. Jika melakukan vaksinasi massal, sebaiknya disediakan antidota syok anafilaksis seperti antihistamin. Vaksin digunakan bagi hewan yang sehat, sebelum digunakan, vaksin ditempatkan pada suhu kamar dan dikocok terlebih dahulu supaya vaksin menjadi homogen dan disarankan melakukan vaksinasi ulangan setiap tahun, dan diberikan pada tempat yang berbeda. Sisa botol vaksin harus didesinfeksi sebelum dibuang.
Demikian sekelumit teori terkait vaksin Jembrana, semoga dapat menambah pengetahuan bagi petugas Puskeswan dalam melakukan pelayanan vaksinasi. (Kontributor: drh. Indosrizal, fungsional Medik Veteriner pada Bidang Keswan dan Kesmavet).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!