Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian pada Selasa, 19 September 2023, melakukan kunjungan ke Puskeswan Terpadu Lunang dan Puskeswan Terpadu Silaut dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pemakaian vaksin dan prasarana guna pengendalian dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Adapun personil yang terlibat dalam rangka evaluasi ini di antaranya Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, ibu Sri Rita Setiawati, S.Pt. MM., Fungsional Medik Veteriner Muda, sdr. drh. Indosrizal dan Staf dari Bidang Keswan dan Kesmavet, sdr. Magdarita Rustam, S.Pt.
Dalam rangka pengendalian dan penanggulangan PMK di Wilayah Puskeswan Terpadu Lunang, maka sebelumnya sudah diserahkan sejumlah vaksin dan prasarana pendukung vaksinasi PMK, seperti jarum suntik dan lain-lain. Pada kesempatanini, tim evakuasi bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Lunang, sdr. drh. Irma Rozalina, beliau menyampaikan bahwa stok vaksin PMK di Puskeswan masih bersisa sebanyak 545 dosis dari sebelumnya didistribusikan sebanyak 1.000 dosis untuk periode Mei sampai Juli 2023. Saat ini ditambahkan kembali sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK untuk Puskeswan Terpadu Lunang guna pengendalian PMK di Wilayah Kerja Puskeswan. Pada pelayanan vaksinasi di Puskeswan Lunang, Kepala Puskeswan dibantu oleh paramedis veteriner Puskeswan Lunang, sdr. Indra Syafri, yang turut membantu melakukan koordinasi dengan Wali Nagari dan Kepala Kampung terkait lokasi pelayanan vaksinasi.
Berikutnya tim Keswan dan Kesmavet kabupaten evaluasi ke Puskeswan Terpadu Silaut, di sana tim Keswan dan Kesmavet bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Silaut, Sdr. drh. Tia Zalia Batubara. Pada saat evaluasi, drh. Tia menyampaikan bahwa stok vaksin PMK di Puskeswan bersisa sebanyak 264 dosis dari total yang diserahkan sebelumnya sebanyak 1.500 dosis, dan realisasi vaksinasi periode Mei sampai dengan Juli sebanyak 1.236 dosis. Pelayanan vaksinasi PMK di Puskeswan Terpadu Silaut, Kepala Puskeswan dibantu oleh petugas inseminator kecamatan Silaut, sdr. Jaka Alwis Mustia yang juga membantu koordinasi dengan Wali Nagari dan Kepala Kampung terkait rencana lokasi pelayanan vaksinasi. Selain pelayanan vaksinasi PMK, petugas di dua Puskeswan ini juga melakukan pengobatan jika pada saat pelayanan vaksinasi ditemukan ada ternak yang sakit. Petugas Medik Veteriner melakukan diagnosa penyakit secara klinis dan dibantu oleh paramedis veteriner melakukan pelayanan tindakan pengobatan. Selain itu, petugas Puskeswan juga selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara beternak yang baik, pada kesempatan tersebut petugas membagikan desinfektan untuk tujuan menjaga kebersihan kandang agar virus penyebab penyakit hewan menjadi inaktif akibat terlaksananya kegiatan desinfeksi.
Semoga dengan adanya tambahan alokasi vaksin PMK, pelayanan vaksinasi tetap berjalan dan kerugian masyarakat akibat penyakit hewan menular dapat berkurang. (kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Muda).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!