Dalam rangka pengendalian dan penanggulangan PMK di Wilayah Puskeswan Terpadu Sutera, maka sebelumnya sudah diserahkan sejumlah vaksin dan prasarana pendukung vaksinasi PMK, seperti jarum suntik dan lain-lain. Pada kesempatan ini, tim evaluasi bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Sutera, sdr. drh. Suci Nurul Hidayati, beliau menyampaikan bahwa stok vaksin PMK di Puskeswan masih bersisa sebanyak kurang dari 500 dosis dari sebelumnya didistribusikan sebanyak 1.500 dosis untuk periode Mei sampai Juli 2023. Saat ini ditambahkan kembali sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK untuk Puskeswan Terpadu Sutera guna pengendalian PMK di Wilayah Kerja Puskeswan.
Pada pelayanan vaksinasi di Puskeswan Sutera, Kepala Puskeswan dibantu oleh paramedis veteriner Puskeswan Sutera, sdr. Deny Subiyantoro, A.Md. untuk paramedis veteriner kecamatan Sutera dan sdr. Mukhtaridi, S.ST, untuk paramedis veteriner kecamatan Lengayang yang turut membantu melakukan koordinasi dengan Wali Nagari dan Kepala Kampung terkait lokasi pelayanan vaksinasi. Berikutnya tim Keswan dan Kesmavet kabupaten evaluasi ke Puskeswan Terpadu Padang Laban, di sana tim Keswan dan Kesmavet bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Padang Laban, Sdr. drh. Fitriyah Yuskha. Pada saat evaluasi, drh. Fitriyah menyampaikan bahwa stok vaksin PMK di Puskeswan bersisa sebanyak 400 dosis dari total yang diserahkan sebelumnya sebanyak 1.500 dosis, dan realisasi vaksinasi periode Mei sampai dengan Juli sebanyak 1.086 dosis.
Sedangkan pelayanan vaksinasi PMK di Puskeswan Terpadu Padang Laban, Kepala Puskeswan dibantu oleh petugas paramedis veteriner kecamatan Ranah Pesisir, sdr. Rizondra, S.Pt, M.Si dan sdr. Azizul Roy Yeza yang juga membantu koordinasi dengan Wali Nagari dan Kepala Kampung terkait rencana lokasi pelayanan vaksinasi. Selain pelayanan vaksinasi PMK, petugas di dua Puskeswan ini juga melakukan pengobatan jika pada saat pelayanan vaksinasi ditemukan ada ternak yang sakit. Petugas Medik Veteriner melakukan diagnosa penyakit secara klinis dan dibantu oleh paramedis veteriner melakukan pelayanan tindakan pengobatan.
Selain itu, petugas Puskeswan juga selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara beternak yang baik (good farming practise) pada kesempatan tersebut petugas membagikan desinfektan untuk tujuan menjaga kebersihan kandang agar virus penyebab penyakit hewan menjadi inaktif akibat terlaksananya kegiatan desinfeksi. Semoga dengan adanya tambahan alokasi vaksin PMK, pelayanan vaksinasi tetap berjalan dan kerugian masyarakat akibat penyakit hewan menular dapat berkurang. (kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Muda).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!