Dalam rangka Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), makaBidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian pada Rabu,20 September 2023, melakukan kunjungan ke Puskeswan Terpadu Tarusan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pemakaian vaksin dan prasarana PMK. Adapun personil yang terlibat dalam rangka evaluasi ini adalah Fungsional Medik Veteriner Muda, sdr. drh. Indosrizal dan Staf dari Bidang Keswan dan Kesmavet, sdr. Magdarita Rustam, S.Pt.
Salah satu langkah yang optimal dalam rangka pengendalian dan penanggulangan PMK pada ternak adalah dengan melaksankan vaksinasi, maka sebelumnya sudah dialokasikan 2.000 dosis vaksin dan prasarana pendukung vaksinasi PMK untuk Puskeswan Terpadu Tarusan, seperti jarum suntik, desinfektan dan lain-lain. Pada kesempatanini, tim evakuasi bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Tarusan, sdr. drh. Alriko Patrisman, beliau menyampaikan bahwa stok vaksin PMK di Puskeswan sudah kosong untuk periode Mei sampai Juli 2023. Saat ini ditambahkan kembali sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK untuk Puskeswan Terpadu Tarusan guna pengendalian PMK di Wilayah Kerja Puskeswan.
Pada pelayanan vaksinasi di Puskeswan, Kepala Puskeswan dibantu oleh paramedis veteriner Puskeswan Terpadu Tarusan dengan 3 (tiga) wilayah kecamatan , sdr. Yusril, SPt, untuk paramedis veteriner kecamatan Koto XI Tarusan, Sdr. Mitra Dinata untuk paramedis veteriner kecamatan Bayang dan sdr. Bersi Deli Febri, untuk paramedis veteriner kecamatan IV Nagari Bayang Utara, yang turut membantu melakukan koordinasi dengan Wali Nagari dan Kepala Kampung terkait lokasi pelayanan vaksinasi. Berikutnya tim Keswan dan Kesmavet Kabupaten menyerahkan peralatan dalam rangka pengambilan sampel pasca vaksinasi PMK, sampel bruselosis dan parasit darah. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk menilai respon kekebalan individu ternak sapi dan kerbau yang sudah diberikan vaksinasi pertama dan kedua. Selain pelayanan vaksinasi PMK, petugas medik veteriner dan paramedik veteriner Puskeswan Tarusan juga melakukan pengobatan jika pada saat pelayanan vaksinasi ditemukan ada ternak yang sakit. Petugas Medik Veteriner melakukan diagnosa penyakit secara klinis dan dibantu oleh paramedis veteriner melakukan pelayanan tindakan pengobatan.
Selain itu, petugas Puskeswan juga selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara beternak yang baik (good farming practise), pada kesempatan tersebut petugas membagikan desinfektan untuk tujuan menjaga kebersihan kandang agar virus penyebab penyakit hewan menjadi inaktif dengan dilaksanakannya kegiatan desinfeksi. Semoga dengan adanya tambahan alokasi vaksin PMK, pelayanan vaksinasi tetap berjalan dan kerugian masyarakat akibat penyakit hewan menular dapat berkurang. (kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Muda).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!