Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian pada Rabu, 6 September 2023 mendampingi pertemuan Penyusunan Programa Penyuluhan di kecamatan Sutera . Adapun peserta yang terlibat dalam rangkaian pertemuan ini adalah Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Muda, Ernayenti, S.P sebagai ketua tim Kabupaten diikuti oleh Fungsional Pertanian dari bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Yul Afrizal, SP., dan Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet, drh. Indosrizal.
Pertemuan programa ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Ir. Zulmaidi, Camat Sutera yang diwakili oleh kepala seksi Pelayanan, Novrizal Can, SH., untuk menyampaikan sambutan sehubungan dengan kondisi pertanian di Kecamatan Sutera sekaligus membuka acara pertemuan Penyusunan Programa Penyuluhan. Acara pertemuan diberikan sambutan oleh pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sutera, Sudirman, SP, yang diikuti oleh supervisor Penyuluh Pertanian, Budi Setiawan, SP serta penyuluh pertanian wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP), Kelompok Tani.
Materi yang disampaikan ibu Ernayenti, selaku ketua tim penyusunan programa penyuluhan pertanian adalah:
1. Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan adalah perpaduan antara rencana kerja pemerintah dengan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya yang disusun secara sistematis sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan.
2. Tujuan dari penyusunan programa penyuluhan di antaranya adalah memberikan acuan bagi tim penyusun programa Penyuluhan Pertanian di setiap tingkat administrasi pemerintah dalam menyusun rencana kerja dan rencana kegiatan tahunan penyuluh pertanian, dan memberikan arah dan pengendali dalam pencapaian penyelenggaraan penyuluhan pertanian.
Prinsip Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian adalah sebagai berikut:
1. Partisipatif
2. Bermanfaat
3. Terpadu
4. Sinergi
5. Transparan
6.Demokratis
7. Bertanggunggugat
8. SMART (specific, measurable, actionery, realistic, time frame) dan
9. ABCD (audience, behavior, condition, degree).
Sementara dalam diskusi, Camat Sutera atau yang mewakili, Novrizal Can, memberikan arahan bahwa penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam pembangunan pertanian harus bisa memberikan pencerahan atau pembaharuan kepada masyarakat petani dan juga harus selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan petugas peternakan dan kesehatan hewan di lapangan. 90% masyarakat kecamatan Sutera bergantung hidup dari sektor pertanian, ke depan beliau berharap agar penyuluh pertanian dapat bekerja sama melaksanakan pendampingan dengan petani atau kelompok tani sesuai dengan profesionalitasnya sebagai penyuluh pertanian.
Pada akhir diskusi, Fungsional Medik Veteriner menyampaikan program kegiatan Dinas Pertanian dari Bidang Keswan dan Kesmavet. Untuk diketahui bersama bahwa populasi ternak besar sapi potong berjumlah sebanyak 9.033 ekor, kerbau 461 ekor dan populasi Hewan pembawa rabies (HPR) sebanyak 1.772 ekor. Yang menjadi sasaran utama pada program Keswan dan Kesmavet adalah pengendalian penyakit zoonosis rabies yang bersumber dari anjing. Kondisi sekarang banyak terlihat anjing berkeliaran bebas, yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Dalam forum tersebut, masyarakat dan kelompok tani meminta untuk dilakukan pengendalian populasi. Sementara anggaran pemerintah saat ini hanya upaya untuk dilakukan vaksinasi rabies bagi anjing-anjing milik warga agar terhindar dari rabies. Oleh karena pengendalian populasi anjing dengan cara eliminasi menggunakan racun sudah tidak dibenarkan lagi, sebab bertentangan dengan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, maka cara yang efektif dalam rangka pengendalian rabies pada hewan adalah memberikannya vaksinasi. Terkait dengan penyakit hewan menular strategis, Kecamatan Sutera sempat terjadi wabah penyakit mulut dan kuku ((PMK) dengan jumlah kasus sebanyak 1.200 ekor dengan kematian sebanyak 7 ekor dari sapi pedet. Vaksinasi telah berjalan di kecamatan Sutera dengan lebih dari 2.000 ekor ternak sapi dan kerbau yang telah diberikan vaksinasi. Sementara dari anggaran, pengendalian PMK masih berharap dari sumber dana pusat atau Kementerian Pertanian berupa vaksin dan peralatan pendukung vaksinasi. (Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!