Pada Selasa, 4 September 2023, Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian menghadiri pertemuan Penyusunan Programa Penyuluhan di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Adapun peserta yang terlibat dalam rangkaian pertemuan ini adalah Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Muda sebagai ketua tim Kabupaten diikuti oleh Fungsional Pertanian dari bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Betriyeni, SP dan Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet, drh. Indosrizal. Pertemuan programa ini dihadiri oleh Camat Bayang Utara, bapak Reflizal S. PD untuk menyampaikan sambutan sehubungan dengan kondisi pertanian di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara dan Sekretaris Camat, Tris Junaidi, SE. Acara pertemuan dibuka oleh pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Dina Taurina, SP, yang diikuti oleh penyuluh pertanian wilayah Kerja Penyuluh Pertanian, Kelompok Tani dan masyarakat umum.
Materi yang disampaikan ibu Ernayenti, selaku ketua tim penyusunan programa penyuluhan pertanian adalah:
1. Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan adalah perpaduan antara rencana kerja pemerintah dengan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya yang disusun secara sistematis sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan.
2. Tujuan dari penyusunan programa penyuluhan di antaranya adalah memberikan acuan bagi tim penyusun programa Penyuluhan Pertanian di setiap tingkat administrasi pemerintah dalam menyusun rencana kerja dan rencana kegiatan tahunan penyuluh pertanian, dan memberikan arah dan pengendali dalam pencapaian penyelenggaraan penyuluhan pertanian.
Sementara dalam diskusi, Camat IV Nagari Bayang Utara, Reflizal S.Pd menyampaikan bahwa Kecamatan IV Jurai merupakan wilayah pelintasan ekonomi Provinsi Sumatera Barat melalui kabupaten Solok. Kecamatan IV Nagari Bayang Utara adalah penghasil bawang merah terbesar di Kabupaten Pesisir Selatan, 90% masyarakatnya bergantung hidup dari sektor pertanian, ke depan beliau berharap agar penyuluh pertanian dapat bekerja sama melaksanakan pendampingan dengan petani atau kelompok tani sesuai dengan profesionalitasnya sebagai penyuluh pertanian.
Pada akhir diskusi, Fungsional Medik Veteriner menyampaikan program kegiatan Dinas Pertanian dari Bidang Keswan dan Kesmavet. Untuk diketahui bersama bahwa populasi ternak besar sapi potong berjumlah sebanyak 434 ekor, kambing 53 ekor dan populasi Hewan pembawa rabies (HPR) sebanyak 420 ekor. Yang menjadi sasaran utama pada program Keswan dan Kesmavet adalah pengendalian penyakit zoonosis rabies yang bersumber dari anjing. Kondisi sekarang banyak terlihat anjing berkeliaran bebas, yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Dalam forum tersebut, masyarakat dan kelompok tani meminta untuk dilakukan pengendalian populasi. Sementara anggaran pemerintah saat ini hanya upaya untuk dilakukan vaksinasi rabies bagi anjing-anjing milik warga agar terhindar dari rabies. Oleh karena pengendalian populasi anjing dengan cara eliminasi menggunakan racun sudah tidak dibenarkan lagi, sebab bertentangan dengan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, maka cara yang efektif dalam rangka pengendalian rabies pada hewan adalah memberikannya vaksinasi ( Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!