Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

KASUS MUMIFIKASI FETUS DI PAINAN TIMUR

08 Sep 2023 13:53:22 WIB 14x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
KASUS MUMIFIKASI FETUS DI PAINAN TIMUR

Puskeswan Painan, 6 September 2023. Diterima laporan masyarakat melalui petugas paramedis Pak Mardoni terkait kasus sapi tidak mengalami kebuntingan selama 6 tahun. Pemeriksaan awal yang dilakukan paramedis ditemukan kebengkakan di cervix. Menurut keterangan peternak sapi menunjukan gejala birahi sudah tidak beraturan. Dan dikarenakan tidak ada sapi Jantan dewasa di sekitaran peternak tersebut sapi tidak pernah kawin. Setelah kami lakukan pemerikasaan intesif pada sapi tersebut ditemukan pembengakakan di cervik dan masa yang sedikit mengeras di uterus/Rahim sapi sebelah kanan. Secara umum perilaku sapi sudah mulai seperti sapi Jantan. Diagnosa kami sementara mengarah ke mumifikasi fetus dengan diganosa banding Tumor Rahim.

Mumifikasi fetus yaitu kematian fetus yang terjadi dipertengahan, atau sepertiga akhir masa kebuntingan, tidak memberikan inhibisi pada corpus luteum. Faktor / suatu keadaan mengapa fetus masih dipertahankan di dalam uterus karena masih adanya fetus yang masih hidup atau adanya corpus luteum yang masih ada, dan ada hubungannya dengan fetus tunggal atau ganda Mumifikasi yang ada hubungan dengan corpus luteum persisten dijumpai terutama pada sapi dan jarang pada anjing. Karena pemeliharaan gravid pada kedua spesies ini dilakukan oleh progesterone yang dihasilkan corpus luteum, pada spesies lainnya progesterone dihasilkan plasenta fetus setelah pertengahan masa kebuntingan dan corpus luteum telah involusi.

Mumifikasi tidak terjadi dalam 3 bulan pertama masa kebuntingan karena kematian embrio fetus sebelum terjadi tulang biasanya diikuti absorbsi atau resorbsi fetus dan jaringan plasenta, kematian fetus pada bulan-bulan terakhir atau 6 minggu terakhir disertai mumifikasi fetus sering tidak diketahui pada waktu partus (stillbirth). Pada sapi dikenal static fetal carrier. Mumifikasi dapat terjadi dan diikuti oleh invasi ke uterus dan berakibat maserasi dari uterus.

Ada dua tipe mumifikasi yaitu :

  1. Tipe hematik Terjadi perdarahan dengan derajat tertentu antara endometrium dan membrane fetalis. Pada sapi bisa terjadi pada semua umur dan biasanya mengenai satu fetus tapi bisa juga kedua fetus. Pada sapi terjadi pada bulan ke 3-8 masa kebuntingan, tapi umumnya setelah bulan ke 5.bila didiagnosa maka akan dijumpai fetus tetap di uterus walaupun melampaui masa bunting. Penyebabnya : sama dengan sebab-sebab kematian fetus normal, juga bisa disebabkan karena faktor genetic
  2. Papyraceous mummification Fetus lahir dalam keadaan mati kering terbungkus oleh selubung fetusnya dan selubung ini basah mengkilat. Yang spesifik adalah mummi ini terdapat diantara fetus-fetus lain yang terus tumbuh dan lahir hidup.

Pada kasus ini kami menyarankan sapi untuk di afkir saja karena mengingat umur sapi yang sudah masuk usia tua diatas 8 tahun. Dan kondisi sapi yang masih gemuk juga menguntungkan peternak jika di jual sekarang. Juga mengingat pengobatan dan Tindakan bedah yang mungkin dilakukan untuk menangani kasus mumuifikasi ini memakan biaya yang tidak sedikit juga proses yang cukup lama dalam proses recoverynya. (red. Drh. Fitro – Kepala Puskeswan Painan).

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.