Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

KELOMPOK TANI AIR JAMBAK NAGARI AIR HAJI TENGGARA KECAMATAN LINGGO SARI BAGANTI AKAN MEMPUNYAI IRIGA

02 Nov 2023 16:09:56 WIB 15x dibaca
BIDANG BSP
KELOMPOK TANI AIR JAMBAK NAGARI AIR HAJI TENGGARA KECAMATAN LINGGO SARI BAGANTI AKAN MEMPUNYAI IRIGA
Kebijakan Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka penyediaan air irigasi saat ini dilakukan dengan membangun Jaringan Irigasi yang representatif di Kelompok Tani Air Jambak Nagari Air Haji Tenggara Kecamatan Linggo Sari Baganti yang dibangun pada anggaran Perubahan APBD Tahun 2023, hal tersebut dilakukan untuk peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan perluasan tanam padi pada khususnya dan komoditas pangan dan pertanian lainnya. Dengan upaya tersebut ditargetkan IP Padi akan meningkat dari semula satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun. Dalam kegiatan Stakeout/Pemancangan Lapangan Kegiatan Pembangunan Jaringan irigasi di Kelompok Tani Air Jambak Nagari Air Haji Tenggara Kecamatan Linggo Sari Baganti yang dilaksanakan pada tanggal 01 November 2023 yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan dan didampingi oleh Tim Teknis Dinas PUPR, Koordinator BPP, penyuluh, Walinagari dan Pengurus Kelompok. Kepala Bidang PSP, Mardoni, menyampaikan bahwa komoditas tanaman pangan paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, maka upaya adaptasi usaha tani tanaman pangan mengikuti pola perubahan iklim perlu mendapatkan prioritas utama penanganan disamping komoditas lainnya. Diharapkan pekerjaan ini untuk dikerjakan secepatnya karena sudah memasuki jadwal tanam bulan Oktober-Januari, agar langsung bermanfaat oleh petani di Kenagarian Air Haji Tenggara. Pekerjaan Pembangunan ini diperkirakan selesai pada Akhir Desember 2023 dan petani akan bisa memanfaatkannya. Fakta bahwa produksi pangan khususnya padi tetap dapat ditingkatkan meskipun menghadapi iklim ekstrim elnino pada tahun 2022 dan 2023. Merupakan bukti bahwa dampak rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi tersier yang rusak dan belum dibangun terhadap penyediaan air sangat signifikan. Produksi padi pada tahun 2022 mencapai 161.639 ton meningkat 18,4 persen dibanding produksi tahun 2023 sebesar 191.409 ton. ketersediaan air menjadi penentu peningkatan indeks pertanaman dan perluasan tanam yang pada akhirnya peningkatan produksi. Karena air menjadi bagian penting dalam kehidupan, tanpa air tidak akan ada kehidupam, tidak terkecuali untuk pertanian. Kelangkaan air akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan sudah melanda diberbagai wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan. Disisi lain pemanfaatan air untuk pertanian juga belum optimal. Dalam kasus air hujan yang turun belum dikelola dengan tepat, bahkan mengalir dengan sia-sia melalui sungai-sungai ke laut tanpa terlebih dahulu dimanfaatkan untuk optimasi lahan dan peningkatan produksi pertanian. Oleh karena itu air hujan yang turun khusus pada musim penghujan dapat ditampung untuk dimanfaatkan pada saat musim kemarau atau saat langka dilapangan, maka upaya untuk menyediakan jaringan irigasi yang bagus sangat dibutuhkan
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.