Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Koordinasi dan Konsultasi Rencana Pengendalian Penyakit Jembrana ke DPKH Provinsi Sumbar

25 Oct 2023 22:04:47 WIB 17x dibaca
BIDANG KESWAN
Koordinasi dan Konsultasi Rencana Pengendalian Penyakit Jembrana ke DPKH Provinsi Sumbar

Bidang Keswan dan Kesmavet pada Selasa 24 Oktober 2023 melakukan kunjungan koordinasi dan konsultasi ke Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat terkait rencana pengendalian penyakit Jembrana di Kabupaten Pesisir Selatan. Personil yang berperan sehubungan dengan kunjungan koordinasi ini adalah Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian, ibu Sri Rita Setiawati, S.Pt., MM,, dan Fungsional Medik Veteriner Muda, drh. Indosrizal. Pada kunjungan ini, tim Keswan dan Kesmavet bertemu dengan Fungsional Medik Veteriner Muda, drh. Riko Azrenra, beliau merupakan Sub Koordinator Pengendalian Penyakit Hewan, staf Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, drh. Divo Jondriatno.

Penyakit Jembrana pernah berjangkit di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2023 sebanyak 106 kasus/ekor yang dilaporkan oleh petugas kesehatan hewan dari kecamatan Ranah Pesisir, Lengayang, Air Pura dan Pancung Soal. Laporan penyakit Jembrana dikrimkan ke sistem informasi kesehatan hewan nasional terpadu (integrated -SIKHNAS atau i-sikhnas).

Penyakit Jembrana merupakan penyakit menular akut pada sapi Bali yang disebabkan oleh Retrovirus, keluarga lentivirinae yang termasuk dalam famili retroviridae, ditandai dengan berbagai gejala seperti depresi, anoreksia, demam, perdarahan ekstensif di bawah kulit, dan pembengkakan kelenjar limfe, terutama limfoglandula prefemoralis dan preskapularis serta adanya diare berdarah, ditemukan juga pada banyak kasus penyakit yang disertai perdarahan kulit, sehingga penyakit ini juga disebut sebagai penyakit keringat darah. Sejauh ini Penyakit Jembrana (JD) hanya terkenal di Indonesia dan hanya menyerang sapi bali. Wabah pertama terjadi tahun 1964–1967 di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, Tabanan, dan Buleleng adalah wabah terbesar. Daerah yang pernah melaporkan adanya wabah akan menjadi daerah enzootic yang mengalami kasus sporadik sepanjang tahun. Penyakit jembrana (JD) hanya menyerang sapi Bali, penyakit jembrana tidak ditemui pada sapi yang lain. Sapi yang terserang berumur lebih dari 1 tahun dan yang terbanyak 4 – 6 tahun dan jenis kelamin tidak mempengaruhi kejadian penyakit ini.

Ternak yang terserang penyakit jembrana menunjukkan kenaikan suhu badan yang tinggi, berkisar antara 40-42 °C, disertai dengan kelesuan dan kehilangan nafsu makan. Tanda tersebut disusul dengan pengeluaran ingus yang berlebihan, lakrimasi dan hipersalivasi. Pada awalnya ingus bersifat encer dan bening, akan tetapi lambat laun ingus tersebut berubah menjadi kental seperti cairan mukosa. Gejala selanjutnya adalah pembengkakan dan pembesaran kelenjar limfe superfisial. salah satu gejala yang mencolok pada hewan yang menderita penyakit ini adalah berkeringat darah. Keadaan ini biasanya terlihat sewaktu dan setelah demam, dan berlangsung 2-3 hari lamanya. Kira-kira 7% hewan dengan suhu badan 41° C menunjukkan gejala tersebut. Gejala ini terutama ditemukan di daerah panggul, punggung, perut dan skrotum. Keringat yang encer, seperti air dan berwarna merah seperti darah bilamana masih segar, dan menetes dari permukaan kulit melalui sepanjang bulu rambut.bila keringat menempel pada batang rambut sebagai kerak berbintil dan tidak lepas bila diusap dengan tangan.

Terkait Pengendalian Penyakit Jembrana, Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan alokasi vaksin Jembrana dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat sebanyak 1.300 dosis yang diprioritaskan bagi kecamatan padat sapi Bali, di antaranya kecamatan Lengayang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kecamatan Air Pura, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Lunang dan Kecamatan Silaut. Kepada petugas pelaksana vaksinasi Jembrana yang merupakan tenaga medik veteriner dan paramedik veteriner Puskeswan diharapkan dapat menggunakan vaksin Jembrana dengan merk dagang JD Vet untuk mengendalikan penyakit Jembrana di Kabupaten Pesisir Selatan agar individu ternak sapi Bali mendapatkan kekebalan tubuh dari penyakit Jembrana sehingga peternak sapi Bali tidak mengalami kerugian yang lebih besar akibat munculnya penyakit ini.( Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda).

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.