Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Melakukan CPCL untuk Penerima Manfaat Mesin Giling Kopi di Kecamatan IV Jurai.

29 Oct 2023 05:50:17 WIB 16x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Melakukan CPCL untuk Penerima Manfaat Mesin Giling Kopi di Kecamatan IV  Jurai.
Senin, 23 Oktober 2023 Bidang perkebunan dan pimpinan BPP IV Jurai yang dipimpin kabid perkebunan melakukan CPCL untuk penerima manfaat mesin giling kopi di kecamatan IV Jurai. Ada 4 mesin kopi yang di anggarkan di tahun anggra 2023 ini, antaralain 2 unit mesin giling basah dan 2 unit mesin giling kering. Dalam CPCL ini kabid perkebunan menyampaikan jenis dan fungsi alat yang dibantu, dan memberikan pembinaan terkait kelembagaan. Tujuan pembinaan ini agar kelompok tani, bisa memanfaatkan alat yang dibantu untuk kesehahteraan anggota kelompok atau petani kopi yang berada di nagari yang dibantu. Selain itu, tim bidang perkebunan juga melengkapi data terkait kelompok tani melalui kuesioner dan memeriksa kelengkapan legalitas kelompok tani serta managemen kelompok secara administratif mulai dari buku tamu, aset kelompok dan buku kas. Nagari koto rawang, nagari Bungo Pasang Salido dan Salido Sari bulan merupakan central perkebunan kopi di kabupaten Pesisir Selatan. Selama ini petani di tiga nagari ini untuk pengolahan biji kopi hingga menjadi beras kopi melalui pedagang pengumpul yang mempunyai alat pengupas kopi dengan sistem 10 kg beras kopi dikeluarkan 1 kg untuk jasa pengolahan. Tentu bantuan alat pengupas kopi ini mampu menekan biaya produksi petani. Secara umum ketiga kelompok yang dilakukakan CPCL layak menerima manfaat, ketiga kelompok memiliki lahan dengan luasan diatas 20 Ha. Ketiga kelompok ini antaralain kelompok tani sungai salak, koto lamo dan solok. Hal yang menarik dari CPCL ini, walaupun ketiga nagari ini adalah central kopi Pesisir Selatan ternyata kopi bukan komoditas utama di nagari ini. Kopi ini di tumpang sarikan dengan tanaman durian, disaat durian tumbuh besar sudah menghasilkan tanaman kopi tertutup tajuk durin sehingga produktifitasnya rendah. Ada diantra petani yang memusnahkan tanaman kopi setelah berumur 7 tahun, hal ini tentu tidak perlu dilakukan jika jarak tanam durian diperhitungkan dengan baik sehingga kopi tetap produktif
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.