Semua petugas Inseminator Pukeswan terpadu Tarusan mengikuti kegitan monev kelayakan frozen semen beku dari masing masing stok semen beku di straw ib masing masing kontiner mereka. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim BIB Tuah sakato Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat pada hari Rabu tanggal 20 September 2023. Salah satu cara untuk meningkatkan populasi dan perbaikan mutu genetik ternak adalah dengan mengembangkan program inseminasi buatan secara intensif dan berkesinambungan. Inseminasi buatan merupakan teknologi perkembangbiakan yang sangat menunjang keberhasilan pengembangan populasi dan sekaligus perbaikan mutu genetik. Pejantan unggul. Sangat terbatas kemampuannya mengawini betina, dengan inseminasi buatan yang menggunakan semen yang diencerkan mampu mengawini jumlah betina jauh lebih banyak. Dalam pelaksanaan inseminasi buatan pada ternak domba dapat.dilakukan secara sederhana yakni dengan menggunakan semen segar hasil penampungan. Untuk dapat meningkatkan jumlah betina yang diinseminasi dari sekali penampungan semen perlu ditambahkan sejumlah bahan pengencer. Pengencer yang dapat digunakan harus dapat menjamin kebutuhan fisik dan kimia bagi kehidupan sperma serta dapat disimpan pada suhu dan kondisi tertentu sehingga mampu mempertahankan kehidupan dan fertilitas sperma selama waktu yang diinginkan. Penambahan pengencer pada semen berkualitas baik akan sangat bermanfaat apabila dilakukan pengawetan agar dapat digunakan untuk mengawini betina secara inseminasi buatan diberbagai tempat dan waktu. Pengawetan semen pada suhu yang sangat rendah (-196oC) berpengaruh terhadap daya tahan hidup sperma, motilitas dan fertilitas sperma. Semen yang telah diencerkan perlu dilakukan ekuilibrasi dan penurunan suhu dalam proses pembekuan semen. Ekuilibrasi dilakukan agar sperma beradaptasi dengan pengencer yang digunakan sebelum dilakukan pembekuan semen. Lama ekuilibrasi yang terlalu singkat dapat menurunkan daya adaptasi sperma terhadap pengencernya, sebaliknya ekuilibrasi yang terlalu lama, maka sperma akan kehilangan banyak energi sehingga menurunkan aktivitas sperma. Dalam proses pembekuan semen, dilakukan penurunan suhu secara gradual. Lama waktu penurunan suhu menentukan keberhasilan pengolahan semen beku domba, selain itu juga penggunaan pengencer dan lama ekuilibrasi yang tepat. Pengolahan semen beku domba dikatakan berhasil apabila kualitas semen dapat dipertahankan yang dapat diketahui melalui evaluasi setelah thawing. Penentuan lama ekuilibrasi dan lama pembekuan dalam proses pembekuan semen belum ada yang dapat dijadikan standar yang baku guna diperoleh kualitas semen yang bail. Dari hsil monev ini disimpulkan bahwakualitas frozen semen masih bagus, tetapi hanya cara aplikasi inseminasi di lapangan dalam hal thawing harus dilakukan dengan cara thawing memakai air hangat sehingga keberhasilan ibnya dapat lebih maksimal.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!