Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Monitoring Vaksinasi Rabies di Nagari Punggasan Timur Kecamatan Linggo Sari Baganti

25 Aug 2023 09:36:32 WIB 19x dibaca
BIDANG KESWAN
Monitoring Vaksinasi Rabies di Nagari Punggasan Timur Kecamatan Linggo Sari Baganti

Dalam rangka pengendalian rabies di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di kecamatan Linggo Sari Baganti, maka pada Kamis, 24 Agustus 2023, Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pelayanan vaksinasi rabies di Nagari Punggasan Timur untuk dijadikan sampel pelaksanaan kegaiatan monitoring. Poin monitoring sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang tercantum dalam Sub Kegiatan Pengendalian Penyakit Hewan dan Zoonosis dilaksanakan oleh tim monitoring yang terdiri dari Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Sri Rita Setiawati, S.Pt, MM., fungsional medik veteriner, drh. Indosrizal dan beberapa staf di bidang Keswan dan Kesmavet.

Rabies merupakan penyakit saraf pusat yang menyerang mamalia berdarah panas. Rabies disebabkan oleh virus rabies yang sering disebut sebagai lyssavirus artinya virus yang terkandung dalam kelenjar ludah hewan penderita rabies dalam genus Rhabdovirus. Rabies ditularkan melalui gigitan hewan pembawa rabies (HPR) atau luka yang tersentuh oleh ludah hewan penderita rabies. Penyakit rabies tergolong penyakit zoonosis, karena dapat ditularkan kepada manusia dari hewan penderita rabies. Rabies pada HPR khususnya anjing, akan ditemukan gejala klinis yang beragam, dikelompokkan menjadi gejala rabies tipe ganas dan tipe tenang. Gejala rabies dengan tipe ganas, anjing penderita memperlihatkan gejala mata merah, air liur keluar berlebihan (hipersalivasi), menyerang dan menggigit benda apa saja yang berada di sekitar, termasuk sesama anjing, hewan lain dan manusia. Setelah menggigit, gejala selanjutnya anjing akan mengalami mati rasa pada saraf pusat, akhirnya beberapa hari kemudian anjing mati karena kelumpuhan pada pangkal sum-sum tulang belakang. Tipe rabies tenang, anjing menggigit manusia tanpa gejala yang parah, hanya saja virus yang ada dalam tubuhnya khusus kelenjar ludah dan saraf pusat sudah tinggi. Jika anjing penggigit rabies tenang, dan sebelumnya tidak pernah diberikan vaksinasi, maka potensinya akan besar menularkan virus rabies kepada manusia.

Pengendalian rabies yang saat ini paling efektif adalah memberikan vaksinasi pada hewan pembawa rabies dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rabies dengan cara sosialisasi atau penyuluhan rabies. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan respon kekebalan bagi individu yang diberikan vaksinasi dengan munculnya suatu zat protein pelindung disebut sebagai imunoglobulin. Imunoglobulin ini nantinya yang akan menyerang antigen virus yang masuk. Manusia yang digigit oleh hewan tersangka rabies wajib diberikan vaksin anti rabies (VAR) yang dapat diperoleh pada pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Nagari Punggasan Timur sebagai sampel monitoring terdiri dari beberapa kampung, yakni Kampung Balik Gunung, Kampung Koto Langang, Kampung Tengah Padang dan Kampung Koto Panjang. Di setiap kampung terdapat beberapa titik kumpul vaksinasi seperti di posko-posko pemuda.

Adapun jumlah HPR yang dapat diberikan vaksinasi adalah lebih kurang 90 ekor, terdiri dari HPR anjing, kucing dan monyet. Titik kritis yang telah dilakukan pengawasan pada item monitoring vaksinasi rabies adalah:

1. Petugas pelaksana vaksinasi rabies adalah petugas yang mendapatkan kompetensi paramedik veteriner yang tercantum dalam Keputusan Kepala Dinas Pertanian tentang Penetapan Petugas Pelaksana Pelayanan Vaksinasi Rabies Tahun 2023

2. Manajemen rantai dingin (coldchain) vaksinasi, diwajibkan untuk selalu menjaga suhu di dalam termos vaksin (vaccine carrier) dengan kisaran 2 sampai dengan 8 derajat Celcius

3. Cara pemberian vaksinasi rabies melalui penyuntikan vaksin pada bawah kulit atau subkutan HPR

4. Pemakaian alat pelindung diri (APD) minimal seperti masker dan sarung tangan atau handscoon.

Semoga dengan dilaksanakannya monitoring ini dapat memberikan suppor dan semangat bagi petugas yang melaksanakan vaksinasi serta memperbanyak kegiatan sosialisasi rabies di tengah masyarakat. (Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Bidang Keswan dan Kesmavet)

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.