Halo Sobat Keswan-Puskeswan Silaut, intensitas curah hujan yang cukup tinggi di kecamatan silaut membuat sistem pertahanan tubuh hewan kesayangan petowner di area Silaut menurun. Pada minggu kedua bulan Agustus, Puskeswan Silaut sudah melakukan penanganan dan pengobatan kucing yang terpapar virus dan mengakibatkan sistem pertahanan tubuh menurun. Berdasarkan keterangan pemilik, kucing lemas,tidak aktif bermain,nafsu makan berkurang dan hanya diam didalam kandang. Beberapa kucing yang check up ke Puskeswan Silaut merupakan kucing ras persia yang masih kitten (anak kucing) dengan riwayat belum vaksin lengkap. Kasus virus pada kucing yang ditangani di Puskeswan Silaut berbeda-beda walaupun menunjukkan gejala klinis yang sama. Kasus virus yang tangani dokter hewan Puskeswan Silaut pada kitten di diagnosa suspek virus panleukopenia. Virus ini bisa menular ke kucing yang lainnnya. Kucing dapat mengeluarkan virus melalui urin, feses, dan cairan hidungnya. Infeksi terjadi ketika kucing yang rentan bersentuhan dengan kucing yang sudah terinfeksi panleukopenia. Kucing yang terinfeksi cenderung menularkan virus dalam waktu yang relatif singkat yakni sekitar satu sampai dua hari. Peluang kesembuhan panleukopenia tergantung pada usia kucing dan tingkat paparan terinfkesi virusnya. Anak kucing yang berusia kurang dari delapan minggu umumnya punya peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup. Tidak ada obat yang mampu membunuh virus, perawatan intensif dengan obat dan cairan sangat diperlukan sampai tubuh dan sistem kekebalannya sendiri dapat melawan virus.Pengobatan yang dilakukan dokter hewan berfokus untuk mencegah dehidrasi, pemberian nutrisi dan pencegahan infeksi sekunder. Pencegahan virus panleukopenia adalah dengan pemberian vaksin lengkap.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!