Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

PELAYANAN PUSKESWAN SILAUT PENGOBATAN SKABIES PADA KUCING PERSIA

22 Aug 2023 16:49:54 WIB 28x dibaca
PUSKESWAN SILAUT
PELAYANAN PUSKESWAN SILAUT PENGOBATAN SKABIES PADA  KUCING PERSIA

Halo sobat keswan, Hari Selasa tanggal 22 Agustus 2023 seekor kucing persia betina umur 4 bulan dibawa oleh pemiliknya untuk general check up. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter hewan Puskeswan Silaut. Berdasarkan hasil pemeriksaan di diagnosa kitten tersebut terkena skabies. Terlihat pada kedua bagian telinga ada kropeng dan bulu bagian telinga botak. Scabies merupakan salah satu dari beragam jenis penyakit kulit yang dapat dialami kucing peliharaan. Penyakit scabies ini disebabkan oleh parasit tungau (sarcoptes scabiei.) Gejala awal scabies pada kucing kerap kali tidak disadari oleh pemiliknya. Maka dari itu, penting sekali bagi para pemilik kucing untuk mengetahui apa saja gejala yang bisa timbul saat hewan kesayangannya menderita scabies.Biasanya gejala scabies awalnya muncul pada telinga atau area wajah kucing. Bila tidak segera ditangani, scabies bisa menyebar ke seluruh tubuhnya.Salah satu gejala umum scabies pada kucing adalah adanya kerak pada ujung telinga kucing, yang lambat laun akan menebal, dan dapat menyebar ke mata, hidung, serta bagian tubuh kucing lainnya. Ciri ciri kucing yang terjangkit scabies mulanya sering menggaruk garuk dibagian kepala. Kemudian mulai dari kuping muncul bercak kerak kulit yang mati dan membotak.Pisahkan kucing yang terkena gejala scabies dengan kucing lain yang sehat karena penyakit ini menular. Pengobatan yang paling ampuh adalah dengan memberikan suntikan anti scabiesis. Obat yang disuntikkan adalah obat golongan avermectin, seperti ivermectin, doramectin atau selamectin. Penyuntikan dilakukan dua kali dengan selang waktu dua minggu. Apabila kucing tidak diberi suntikan kedua, ada kemungkinan terjadi infeksi ulang yang menyebabkan penyembuhan menjadi tidak tuntas. Untuk penyuntikan harus dilakukan oleh dokter hewan ya sobat keswan.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.