Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Penanganan Penyakit Demam tiga hari ( BEF) pada sapi oleh Puskeswan Terpadu Tarusan

05 Sep 2023 20:24:32 WIB 13x dibaca
PUSKESWAN KOTO XI TARUSAN
Penanganan Penyakit Demam tiga hari ( BEF) pada sapi oleh Puskeswan Terpadu Tarusan

Petugas Medis Puskeswan Terpadu Tarusan melakukan penanganan pada sapi yang menderita Bovine Ephemeral Fever (BEF), atau disebut juga penyakit Demam Tiga hari pada sapi masyarakat di Nagari Kapuh Kecamatan Koto XI Tarusan pada hari Senin tanggal 4 September 2023. BEF merupakan penyakit sapi yang bersifat akut yang disertai demam, dengan angka kesakitan (morbiditas) yang tinggi, akan tetapi angka kematiannya (mortalitas) rendah Pada sapi potong, akibat dari penyakit ini akan menyebabkan penurunan produksi daging, yang ditandai dengan penurunan nafsu makan. Ternak sapi akan sembuh dalam waktu 3 sampai dengan 5 hari, sejak nampak gejala klinis. Nyamuk dan lalat sebagai vektor, sedangkan Cullicoides dianggap sebagai vektor yang paling mungkin. Secara percobaan, telah terbukti bahwa virus dapat memperbanyak diri di dalam Culex, Aedes dan Culicoides. Penyakit dapat ditularkan secara kontak. Secara klinis, viremia hanya berlangsung dalam waktu pendek, kira-kira 1 – 3 hari, yang diikuti dengan terbentuknya antibodi. Penyebaran lebih ditekankan pada peranan vektor ataupun angin. Angin yang lembab dan basah, dapat memindahkan serangga-serangga . Iklim di Indonesia menguntungkan untuk keberlangsungan hidup vektor sepanjang tahun, sehingga penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) dapat diperkirakan bersifat enzootik. Gejala klinis berupa demam, dengan kenaikan suhu 2° – 4°C dari suhu normal, dalam jangka waktu 1 – 4 hari. Penderita kelihatan gemetar (tremor), anoreksia dan kehilangan nafsu minum, dengan frekuensi respirasi dan jantung yang meningkat, dan sering kali disertai dengan konstipasi atau diare, terjadi penurunan produksi air susu. Exudat hidung dan mata, hipersalivasi, atoni rumen. Kepincangan terlihat sehari sesudah demam. Kepincangan dapat berpindah-pindah dari satu kaki ke kaki lainnya. Beberapa penderita tetap sanggup berdiri. Bila penyakit berlangsung hingga 1 minggu, akan berlanjut menjadi Paresis Kepincangan terlihat sehari sesudah demam. Kepincangan dapat berpindah-pindah dari satu kaki ke kaki lainnya. Kasus ringan dijumpai pada pedet-pedet umur kurang dari 6 bulan. Pejantan yang besar dan sapi yang berat, paling menderita, apabila terserang oleh penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF). Angka kematian (mortalitas) kurang dari 1%, penyebab umum kematian dikarenakan oleh faktor-faktor sekunder . Pada penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) tidak perlu dilakukan tindakan pengobatan, yang dilakukan hanyalah berupa tindakan terapi symptomatis, untuk menghilangkan rasa sakit dan demam yang timbul yaitu dengan menginjeksikan anti piretik, analgesik dan roborantia. Hewan penderita dengan kasus penyakit yang berat, harus diusahakan agar tidak terjadi komplikasi infeksi sekunder. Belum ditemukan vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi dan hygiene kandang dan ternak secara rutin, melakukan penyemprotan insektisida, serta menghindari adanya genangan air di sekitar kandang,

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.