Prolapsus rektum merupakan suatu kondisi keluarnya satu atau lebih lapisan rektum melalui orificium ani. Prolapsus umumnya terjadi pada hewan muda dan tua karena konstipasi, endoparasit, diare, faktor keturunan, kehilangan daya spinchter ani dan pelonggaran selaput lendir rektum.
Peternak dari Nagari Sambungo awalnya melaporkan sapinya susah BAB, terlihat kotoran feses tertahan di anus. Kondisi nafsu makan baik ,masih aktif mencari makan dan sering terlihat kesakitan saat mengejan ingin mengeluarkan kotoran. Pemeriksaan fisik menunjukkan pada bagian rektum yang mengalami prolapsus memiliki perbedaan warna, bagian proksimal berwarna merah muda sedangkan bagian distal berwarna merah dan mengecil. Sapi mengalami prolapsus rektum akibat konstipasi yang lama tanpa ada pengobatan sehingga bagian anus terlihat meradang dan ada tonjolan daging yang keluar. Penanganan sapi yang prolapsus dilakukan menggunakan teknik reposisi rektum. Rektum dimasukkan secara perlahan dengan manual, kemudian dilakukan penjahitan di sekeliling anus dengan pola purse string. Perawatan pascaoperasi dilakukan dengan memberikan antibiotik,antiinflamasi dan obat supporting.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!