Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Pengobatan Sapi BEF di Koto Nan Tigo Selatan

19 Sep 2023 21:24:11 WIB 13x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
Pengobatan Sapi BEF di Koto Nan Tigo Selatan

BEF atau Demam Tiga Hari atau yang di masyarakat sering disebut gomen. Penyakit ini cukup membuat peternak cemas dan takut kehilangan ternak tabungan mereka. Ketika pakan yang diberikan hanya termakan sedikit atau sama sekali tidak dimakan peternak sudah resah dan segera memangil petugas. Kasus yang terdiagnosa BEF di Puskeswan Saptosari meningkat pada bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan kasus ini seiring dengan perubahan musim dari musim kemarau menuju musim penghujan. Banyak peternak yang datang dengan keluhan ternak mereka tidak mau makan, gemetar dan lesu. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas terlihat cuping hidung kering dan suhu tubuh yang mencapai 40-410C, ada juga sapi yang mengalami kepincangan. Dari hasil pemeriksaan dan gejala klinis yang muncul sapi didiagnosa BEF. Mari kita mengenal lebih dekat penyakit bef dari penyebab, penularan, gejala klinis, pencegahan dan pengobatan: • Penyebab Bovine Ephemeral Fever atau Demam Tiga Hari disebabkan oleh virus BEF, yang termasuk dalam single stranded RNA, genus Ephemerovirus, family Rhabdoviridae. • Peran vektor dalam Penularan Penularan penyakit BEF melalui Vektor dan Vektor nyamuk telah dibuktikan memainkan peranan penting dalam penyebaran infeksi BEF. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi populasi nyamuk vektor diantaranya perubahan iklim, lingkungan dan ekologi seperti kelembaban, suhu dan kecepatan angin. Perpindahan vektor dan peningkatan populasi vektor, perpindahan ternak yang terinfeksi dari satu daerah ke daerah lain dapat menyebabkan infeksi BEF di tempat baru. • Gejala Klinis Masa inkubasi penyakit BEF berlangsung antara 1-10 hari, tetapi sering terjadi antara 3-5 hari setelah terinfeksi. Gejala klinis yang ditimbulkan akibat infeksi BEF di lapang antara lain demam tinggi dan mendadak, yang dapat mencapai 41-42°C, nafsu makan berkurang, lemas, kelumpuhan, lakrimasi, leleran hidung, kekakuan terutama pada sendi-sendi sehingga tidak dapat berdiri . Pada sapi yang sedang laktasi, infeksi BEF dapat menyebabkan produksi susu berhenti total dan kembali berlaktasi setelah sembuh meskipun produksi susu tidak dapat kembali normal seperti sebelum terinfeksi. Lebih lanjut, penurunan produksi susu Pada sapi betina bunting dapat menyebabkan abortus, sedangkan pada sapi jantan dapat menyebabkan sterilitas sementara. Hal ini berakibat pada gagalnya reproduksi ternak baik melalui inseminasi buatan maupun kawin alam. Pada kasus tertentu dapat menimbulkan kematian dalam 1-4 hari setelah mengalami kelumpuhan, namun ternak dapat sembuh spontan setelah 3 hari, yang dapat mencapai 97% dari kasus klinis. • Diagnosa Diagnosa dapat dilihat dari gejala klinis yang muncul seperti demam tinggi 2-5 hari dan sembuh spontan tanpa pengobatan. Leleran hidung, radang sendi dan kekakuan merupakan gejala klinis yang paling sering muncul. Namun konfirmasi masih perlu dilakukan dengan uji serologis ataupun virologis dengan isolasi dan idenfikikasi virus. • Pencegahan dan pengobatan 1. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan mengontrol populasi nyamuk vektor. selain itu manajemen yang baik perlu diterapkan dimana sanitasi kandang dan lingkungan harus diperhatikan. 2. Jumlah ternak pada satu kandang tidak terlalu padat dan alur pembuangan air dan kotoran yang baik. Kondisi tersebut dapat meminimalkan media perkembangbiakan nyamuk vektor dan penyebaran infeksi BEF pada ternak. 3. Sistem karantina yang ketat perlu diterapkan agar lalu lintas ternak dapat dikontrol. 4. Pengobatan dapat dilaukan dengan mengunakan terapi Suportif

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.