Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Penyakit Scabiosis Pada Anjing

19 Oct 2023 08:06:39 WIB 25x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
Penyakit Scabiosis Pada Anjing

Scabies pada anjing, atau sering disebut kudis, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau Sarcoptes scabiei. Tungau ini kemudian menggali ke dalam kulit anjing dan menyebabkan kegatalan parah, yang dapat menyebabkan pembentukan koreng dan juga rambut rontok. Meski penyebabnya hanya parasit kecil yang tak terlihat oleh mata, penyakit kulit anjing ini tidak boleh disepelekan, lho! Pasalnya, penyakit kulit ini bersifat zoonosis, alias bisa menular kepada kita manusia. Tidak hanya anjing jalanan saja, anjing yang memiliki owner juga masih berisiko tertular. Itulah tingginya tingkat infeksius penyakit kulit akibat Sarcoptes scabiei var canis yang ditemukan di seluruh dunia ini. Penyebab Penyakit Scabies Pada Anjing Tungau penyebab scabiosis atau scabies sebenarnya spesifik tergantung inang, tapi hewan-hewan (termasuk manusia) yang kontak langsung dengan anjing yang terinfestasi tungau ini bisa tertular. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, nama tungau penyebab scabies adalah Sarcoptes scabiei. Ukuran dari tungau ini bervariasi tergantung dari usia dan gender. Tungau dewasa berukuran 0.2-0.6 mm dan berbentuk lingkaran, permukaannya ditutupi dengan duri duri kecil berbentuk triangular, dan mereka memiliki 4 pasang kaki yang pendek. Tungau betina berukuran 2 x lebih besar dari jantannya. Seluruh siklus hidupnya (17-21 hari) dihabiskan di inang anjing. Mengapa Scabies Membuat Anjing Gatal-gatal? Tungau betina menggali terowongan di lapisan kulit anjing yang bernama stratum corneum untuk bertelur. Hewanians bisa membayangkan betapa gatalnya? Penyakit ini siap menyerang anjing manapun yang kontak dengan anjing pengidap, meskipun penyebaran dari kontak tidak langsung juga dapat terjadi. Wah, repot juga, ya! Tanda klinis bisa timbul dari 10 hari sampai 8 minggu dari kontak dengan hewan pengidap scabies. Ada juga loh anjing yang tidak terlihat sakit kulit tapi sebenarnya membawa penyakit ini! Mereka disebut karier asimtomatik. Tanda-tanda Scabies Pada Anjing Lesi primer dari penyakit ini terdiri dari erupsi papula dan krusta, koreng kekuningan, eksoriasi, kemerahan, dan kebotakan. Infeksi bakteri sekunder dan infeksi jamur juga bisa ikut timbul. Biasanya, lesi mulai terlihat di bagian perut, dada, telinga, siku, dan jika didiamkan, merambah ke seluruh tubuh. Anjing dengan scabies kronis, seborrhea, penebalan kulit dan pelipatan kulit, penumpukan koreng, limfadenopati periferal, dan emasiasi bisa sangat terpengaruh hingga menyebabkan kematian. Cara Mendiagnosa Scabies Pada Anjing Diagnosa definitif bisa dilihat dari kerokan kulit anjing yang menunjukkan tungau ini di bawah mikroskop. Tapi, kejadian pada anjing-anjing terawat yang terinfestasi dengan tungau sarcoptes ini bisa memberikan diagnosa false negative. Pasalnya, mereka menunjukkan rasa gatal, tapi karena mandi rutin, sulit bagi dokter hewan untuk menemukan tungau karena koreng dan sisik yang sudah dibuang saat mandi. Cara Mengobati Scabies Pada Anjing Pengobatan scabies atau kudis pada anjing biasanya dikombinasikan dari pengobatan sistemik dan topikal. Pengobatan sistemik dapat berupa obat oral maupun spot on yang berisi makrosiklik lakton, selamectin, imidacloprid-moxidectin, dsb tergantung merknya. Untuk pengobatan topikal, rambut anjing sebaiknya dicukur. Koreng dan kotoran bisa dihilangkan dengan menggunakan shampoo antiseborrheic, dan mandi rendaman akarisida bisa dilakukan. Hal ini bisa kamu tanyakan pada dokter hewan yang menangani anjingmu, ya! Hati-hati, karena semua pengobatan ini adalah obat keras, jadi cara pemakaian, dosis, dan cara pengaplikasian harus dilakukan dengan waspada.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.