1. TAHAP PERSIAPAN : a. Pastikan lagi jumlah hewan yang akan divaksinasi dengan melengkapi form Data Peternak dan Data Ternak. b. Siapkan perlengkapan SDM dan Logistik: o Sumber Daya Manusia : Dokter Hewan, Paramedik Veteriner, Paramedik inseminator, Recorder o Logistik : Lemari pendingin, coolbox/tas vaksin, ice pack/ice gel, vaksin, spuit mika/spuit otomatis, jarum suntik, ear tag, sarung tangan, sepatu boots, apron, cover shoes, desinfektan dan sprayer, serta formulir pencatatan vaksinasi. 2. TAHAP BIOSEKURITI : a. Lakukan Biosekuriti Personal dan Kendaraan sebelum memasuki suatu peternakan. b. Parkir kendaraan jauh dari ternak dan kandang / bangunan, serta minimalkan kontak antar peternakan. c. Jangan mengenakan/membawa apapun ke dalam kandang/peternakan kecuali yang benar-benar diperlukan saja untuk melaksanakan vaksinasi. d. Lakukan pembersihan dan desinfeksi sebelum dan sesudah mengunjungi peternakan mana pun untuk petugas. Pembersihan alas kaki harus benar2 bersih, baru kemudian bisa disemprot desinfektan. e. Kenakan Alat Pelindung Diri (APD), minimal apron, sarung tangan dan sepatu boot. 3. TAHAP VAKSINASI: a. Bawa vaksin menggunakan coolbox/tas vaksin dengan ice pack/ice gel di dalamnya. Pastikan vaksin terlindung dari sinar matahari langsung dan selalu dalam keadaan dingin. b. Jangan tinggalkan coolbox dibawah sinar matahari, Jangan hangatkan vaksin sebelum digunakan. c. Kegiatan vaksinasi harus diawali dari wilayah yang paling bersih / paling sedikit kasus tertular PMK-nya. d. Sasaran vaksinasi : pedet mulai umur 2 minggu s/d sapi dewasa yang SEHAT. e. Vaksinasi dalam suatu wilayah harus dilakukan secara keseluruhan terhadap semua sapi sehat yang ada, baik itu sapi milik KUD maupun di luar KUD. Apabila tidak semua sapi sehat divaksin, maka pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) tidak akan terbentuk, sehingga vaksinasi menjadi tidak efektif. f. Vaksin ini aman untuk sapi bunting. g. Hewan sakit, hewan yang pernah sakit, dan hewan yang sekandang dengan hewan sakit TIDAK BOLEH DI VAKSIN. Vaksin PMK bukan pengobatan. Bila suatu kandang sudah terinfeksi, maka vaksin tidak ada gunanya, dan petugas yang memasuki kandang terinfeksi akan membawa virus PMK ke kandang berikutnya. Oleh karena itu Tim Vaksinator tidak boleh memasuki kandang yang ada hewan sakitnya dengan alasan apapun. h. Sapi yang sudah sembuh dari PMK baru boleh divaksin 6 (enam) bulan setelah kesembuhan. i. Kocok perlahan botol vaksin sebelum digunakan dengan lembut, dengan gerakan tangan membentuk angka 8, sebanyak 5-10 kali. Apabila kocokan terlalu keras sehingga muncul busa, maka jangan disuntikkan dulu. Kembalikan botol ke pendingin lalu gunakan lagi setelah busa hilang. j. Gunakan jarum steril, 1 jarum suntik untuk 1 kandang. Untuk kandang berikutnya jarum harus diganti. k. Vaksin PMK yang saat ini ada berbasis minyak - namanya AFTOPOR, dimana 1 botol berisi 200 ml dan disuntikkan secara intramuscular (IM) di area leher sebelah kanan (kesepakatan di Jawa Timur) dengan dosis 2 ml/ekor ternak. Untuk vaksinasi selanjutnya harus diinjeksikan di sisi yang sama, dan sisi tersebut tidak boleh digunakan untuk injeksi preparat yang lain. l. Antibodi akan muncul 4-7 hari setelah vaksin dan sudah bisa melindungi ternak. m. Vaksin minimal dilakukan 2 (dua) kali. Vaksin ke-2 dilakukan 4 minggu setelah vaksin ke-1. Lalu diulang setiap 6 bulan. n. Hal yang sangat kritis adalah menjaga vaksin selalu dalam keadaan dingin. Imunitas sangat tergantung pada rantai dingin ini. Vaksin PMK ini sangat mudah rusak sehingga prosedur penyimpanan wajib dilakukan dengan sempurna. o.Vaksinharusselaludisimpandisuhu2-8celsiussepanjangwaktu,tetapi jangan dibekukan, karena vaksin akan rusak pada suhu beku. Lakukan prosedur FIFO (First In First Out). p. Vaksin AFTOPOR berisi 200 ml, 1 botol vaksin untuk 100 ekor sapi. Botol vaksin PMK yang sudah terbuka harus dihabiskan di hari yang sama, bila tidak maka akan menurunkan efektifitas dari vaksin ini. q. Minimal1timterdiridari4orang,denganpembagiantugas: • 1 orang untuk menyuntikkan vaksin PMK • 1 orang recording/pencatat ke iSKHINAS • 1 orang recording/pencatat manual • 1 orang memasang eartag (penanda telinga). Setiap tim harus ada dokter hewan / petugas kesehatan hewan yang ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan vaksinasi PMK di wilayah tersebut. 4. TAHAP AKHIR VAKSINASI : a. Kumpulkan semua limbah vaksin (spuit, jarum dan botol vaksin) kepada koordinator untuk dilakukan desinfeksi. Sedangkan apron harus dilakukan pemusnahan dengan dibakar di lokasi peternakan. b. Catatdatakegiatanvaksinasiinidanselesaikanseluruhformlapanganyang ada. 5. TAHAP REVAKSINASI : a. Rencanakanvaksinasikedua,yaitu4minggusetelahvaksinasipertama. b. Siapkan data awal (vaksin pertama), dan lakukan kembali pada Tahap Vaksinasi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!