Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
RMU KELOMPOK TANI TANDIKEK I NAGARI AMPING PARAK KECAMATAN SUTERA
30 Aug 2023 09:41:37 WIB 8x dibaca
BIDANG BSP
BSP. Padi merupakan komoditas yang sangat penting di Indonesia khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan, selain sebagai sumber makanan pokok juga merupakan komoditas sosial politik yang strategis, sehingga permasalahan padi khususnya perberasan menjadi suatu agenda yang sangat penting. Kondisi ini menempatkan fokus kegiatan mengenai pengelohan padi dan perberasan tidak hanya pada sektor ekonomi dan sosial budaya, tapi mencakup juga politik. Permasalahan produksi, processing/pengolahan dan distribusi beras juga perlu mendapat perhatian mengingat di lini-lini tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan dan tenaga kerja yang cukup besar dalam perekonomian di Kabupaten Pesisir Selatan.
Beberapa hal yang memacu peningkatan kebutuhan beras, yaitu peningkatan konsumsi per kapita, peningkatan populasi dan perbaikan ekonomi yang mendorong bergesernya pola makan dari nonberas ke beras. Ada dua solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai target produksi antara lain memperbaiki rendemen padi dan menekan kehilangan hasil panen. Kedua alternatif solusi di atas tidak dapat dipisahkan dari peran usaha penggilingan padi sebagai mata rantai usaha pengolahan gabah menjadi beras dan piranti suplai beras dalam sistem perekonomian masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan. Penggilingan padi dituntut untuk memberikan kontribusi dalam penyediaan beras di daerah baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu usaha penggilingan padi / Rice Milling Unit (RMU) perlu dikembangkan dan ditingkatkan kinerjanya, mengingat perannya sebagai pusat pertemuan antara produksi, pengolahan dan pemasaran.
Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah sentra produksi padi di Sumatera Barat. Usahatani komoditas strategis ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga saja, tetapi sudah mampu memberikan pendapatan untuk kebutuhan hidup keluarga petani. Bahkan usahatani padi mulai mampu memicu pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainnya, terutama di Nagari. Melihat potensi dan peluang dari komoditas strategis ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan meletakkan pengembangan sub-sektor pangan ini sebagai salah satu prioritas dalam program pembangunan daerah. Namun dibalik semua itu, disadari bahwa produksi yang dicapai belum mencapai kapasitas yang sebenarnya. Begitu juga sistem pengembangan yang dilakukan belum cukup efektif sehingga perlu dilakukan peningkatan produktivitas dan perbaikan sistem melalui penerapan teknologi dan pendekatan yang lebih efisien dan efektif.
Sebagai bentuk dukungannya terhadap peningkatan pengolahan hasil pertanian terutama komiditas padi, pada tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengalokasikan dana untuk Pembangunan Rumah Rice Milling Unit dan Pengadaan Rice Milling Unit (RMU) sebanyak 7 unit yang tersebar di beberapa Kecamatan yakni Kecamatan IV Jurai 1 Unit, Kecamatan Sutera 1 Unit, Kecamatan Ranah Pesisir 1 Unit, Kecamatan Linggo Sari Baganti 3 unit dan Kecamatan Airpura 1 unit. Keberadaan suatu RMU bagi penumbuhan agribisnis pedesaan sangatlah penting mengingat RMU dapat dijadikan sebagai simpul utama agribisnis khususnya perberasan di Nagari, yakni sebagai pasar utama petani padi, baik untuk konsumsi maupun dijual. Hanya saja peran RMU saat ini belum optimal, untuk itu perlu adanya peningkatan kualitas alat dan mesin, manajemen stok, diversifikasi usaha serta perluasan pasar. Langkah ini untuk mengoptimalkan peran penggilingan padi, terutama dalam peningkatan kesejahteraan petani. Optimalisasi ini akan mendukung ketersediaan sarana produksi, jaminan pasar, inovasi kelembagaan, teknologi serta perbaikan mutu hasil.
Progres Pekerjaan Pembangunan Rumah RMU di Kelompok Tani Tandikek I Nagari Amping Parak Kecamatan Sutera sudah mencapai 34%, diharapkan awal September 2023 semua pekerjaan Pembangunan fisik sudah bisa terlaksana, mengingat pada saat ini Mesin RMU sudah berada dilokasi dan siap untuk di pasang dan rakit oleh Teknisi.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian berserta Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan melakukan monev terhadap pelaksanaan pekerjaan Bersama fungsional terkait. Disela-sela kunjungan dan Monev tersebut Kabid PSP mengharapkan agar Pembangunan ini segera diselesaikan, karena permintaan Termyn ke II akan segera diproses, pada awal bulan September 2023 semua mesin sudah terpasang dan siap untuk dioperasionalkan. Begitu juga dengan tenaga Fasilitator agar terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang dibantu oleh Penyuluh Pertanian.