Rabu, 25 April dilakukan sekolah lapangan (SL) komoditi pala pertemuan ke 4 di kelompok Tani Muda Saiyo Air Batu Nagari Palangai Kec.Ranah Pesisir. Pada SL ini bidang perkebunan di wakili oleh Wardi, STP dan Noni Mardiani, SP dan dihadiri juga oleh pimpinan BPP Ranah Pesisir Gusrianto, SP sedangkan untuk narasumber adalah pengawas benih dari Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih Perkebunan (BP2MB) Sumatera Barat Yaitu Dina Hervina, SP.M.Komdan Noffiyaldi, SP. Topik SL pada pertemuan ini adalah Pemilihan Pohon Induk dan Seleksi Benih. Pada pertemuan ini peserta sangat antusias dalam sekolah lapang ini, karna banyak kebiasaan pekebun yang salam ini dilakukan ternyata bukan cara yang tepat dalam budidaya pala. Narasumber Noffiyadi, SP yang akrab dipanggil nopi memaparkan secara umum terkait budidaya pala dan lebih spesifik pada pemilihan pokok induk. “Petani harus berani melakukan penebangan terhadap pada yang jarak tanam nya terlalu rapat untuk meningkatkan produksi’’ ungkap pak nopi dalam paparannya.Hal ini memang kebiasaan yang salah dalam praktek budidaya selama ini, jarak tanam terlalu dekat sehingga cahaya matahari tidak optimal diserap oleh tanaman yang tentunya menurunkan produktivitas tanaman.Ranah Pesisir sudah memiliki dua pohon induk lokal, dari pohon induk ini sudah bias dikomersilkan diwilayah sumatera barat.Memang bagi produsen benih integritas sangat diharapkan agar benih yang di salurkan dimasyarakat adalah benih yang berkualitas, pemerintah melalui BP2MB memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan.Ternyatau ntuk mendapatkan benih berkualitas bukan hanya dari tari pohon induk Blok Penghasil Tinggi (BPT) yang sudah disertifikasi, tapi petani juga diajarkan untuk melakukan seleksi pohon induk di kebun sendiri yang mempunyai criteria antara lain : • Umurtanamandiatas 10 tahun • Produksitanamantinggidanstabil • Pebasdaripenyakit Ibu Dina panggilan akrab narasumber kedua memaparkan criteria dalam pemilihan biji yang berkualitas untuk dibibitkan, dan dipaparkan juga beda pala betina dan pala jantan. Dalam budidaya pala dibutuhkan satu pala jantan di lingkaran sepuluh pala betina, karna pala termasuk tanaman yang membutuhkan serbuk sari dalam proses terjadinya buah. Diharapkan dengan SL ini petani pala sudah mampu memproduksi benih yang berkualitas atau minimal mampu menseleksi benih yang dibeli di penangkar yang akan di tanam di kebun sendiri. Tanaman perkebunan merupakan komoditi yang waktu tahunan untuk berbuah, berumur panjang dan bisa di wariskan ke anak cucu, sehingga salah harus dipersiapkan mulai dari pemilihan bibit.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!