Tim puskeswan sutera menjadi narasumber pada pelatihan pembuatan pakan alternatif ternak sapi di nagari kambang pada kamis (24/08/2023). Pakan alternatif dapat dilakukan dengan cara memberikan cairan probiotik. Bahkan, pakan fermentasi mempunyai keuntungan dapat tahan lebih lama dan membantu perbaikan pencernaan ternak. Membuat pakan fermentasi, masih tetap harus mencari pakan terlebih dahulu. Kemudian, diolah secara metode fermentasi dan fermentasi masih perlu proses yang panjang untuk menjadi suatu pakan yang siap diberikan ke ternak. Maka, perlu biaya tambahan khusus untuk mengolah Pakan tanpa repot mencari rumput atau pakan hijauan atau lebih dikenal dengan ngarit bisa memanfaatkan jerami kering, gedbog pisang, limbah makanan, macam-macam konsentrat dan lain-lain. bahan-bahan alternatif itu bisa digunakan sebagai sumber pakan yang bernutrisi tinggi. Namun, tidak bisa mengandalkan sumber pakan hijauan saja. Sumber pakan hijauan, akan mudah didapat pada saat musim penghujan. Sebaliknya, ketika musim kemarau pakan hijauan akan sulit diperoleh. Cara membuat pakan sapi, dapat dilakukan secara mandiri dengan bahan yang mudah ditemui. Juga, dengan harga terjangkau untuk lebih menghemat biaya. Pakan sapi menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan. Teknik pemberian pakan sapi harus sesuai atau memenuhi standar gizi karena banyak yang hanya mementingkan kuantitas pakan saja sementara kualitas pakan sering diabaikan. para peternak harus memaksimalkan pengawetan untuk mendapat kandungan nutrisi yang tersedia dari bahan makanan hijauan agar bisa disimpan untuk jangka waktu yang lama, sehingga aman persediaan bahan pakan di musim kemarau untuk ternaknya. Adapun beberapa pakan alternatif untuk ternak sapi yaitu : 1. Permen sapi 2. Kulit kakao fermentasi 3. Fermentasi feses puyuh 4. Tape jerami 5. Silase
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!