Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
Bidang Keswan dan Kesmavet Laksanakan Monitoring Vaksinasi Jembrana di Kecamatan Air Pura
18 Jul 2023 15:41:59 WIB 9x dibaca
BIDANG KESWAN
Bidang Keswan dan Kesmavet Laksanakan Monitoring Vaksinasi Jembrana di Kecamatan Air Pura
Pada Selasa, 18 Juli 2023 Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian melaksanakan monitoring vaksinasi Jembrana di Kecamatan Air Pura. Penyakit Jembrana merupakan penyakit hewan menular disebabkan oleh virus Jembrana yang hanya menyerang sapi Bali. Sapi Bali yang terserang penyakit Jembrana bisa mati mendadak tanpa gejala klinis yang diamati pada kasus akut. Tanda klinis yang muncul secara konsisten yaitu demam tinggi dan pembesaran kelenjar getah bening di daerah bahu dan dekat paha. Sapi yang bertahan hidup dari penyakit Jembrana akan menjadi pembawa virus selama minimum 2 tahun setelah pulih dari kasus klinis. Tanda klinis lain yang terlihat adalah bercak darah pada kulit (keringat darah) daerah paha, punggung, paha bagian dalam, perut, kaki dan skrotum. Masa inkubasi penyakit Jembrana berkisar antara 4 sampai 12 hari. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara hewan terinfeksi dengan hewan sehat dan melalui perantara vektor mekanis berupa serangga seperti lalat. Sapi menjadi tertular melalui rute mulut, hidung serta melalui lapisan mukosa pada konjungtiva. Penegakan diagnosis penyakit Jembrana dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemeriksaan tanda klinis, patologis dan pengujian laboratorium.
Penyakit Jembrana secara klinis ditemukan di kecamatan Air Pura dan Pancung Soal pada tahun 2023 sebanyak 28 ekor, yaitu di nagari Tigo Sungai Inderapura, Taluak Kualo Inderapura, Simpang Lama Inderapura dan Lubuk Betung Inderapura. Sedangkan temuan secara laboratorium dengan dilakukan surveilans oleh Balai Veteriner Bukittinggi pada Juni 2023 dengan 4 ekor positif Jembrana di Nagari Tigo Sungai.
Saat ini pengendalian penyakit Jembrana yang efektif dilakukan adalah dengan melaksanakan vaksinasi. Kabupaten Pesisir Selatan memanfaatkan bantuan vaksinasi Jembrana yang bersumber pada anggaran Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Sumatera Barat sebanyak 300 dosis. Melihat populasi sapi Bali di kecamatan Air Pura dan kecamatan Pancung Soal yang cukup padat, maka ketersediaan vaksin yang 300 dosis ini tidak cukup. Apalagi seekor individu ternak sapi Bali disarankan untuk diberikan vaksinasi Jembrana sebanyak 2 kali untuk mengoptimalkan respon kekebalan yang ditimbulkan pasca vaksinasi. Petugas pelaksana vaksinasi di kecamatan Air Pura adalah tenaga paramedik veteriner Puskeswan Terpadu Inderapura bersama petugas inseminator kecamatan. Dan Puskeswan Terpadu Inderapura tahun ini tidak memiliki tenaga dokter hewan sehingga pelaksanaan kegiatan vaksinasi hanya dilakukan oleh petugas paramedik. Ke depan diharapkan ada bantuan vaksinasi Jembrana dari Kementerian Pertanian atau APBD Propinsi Sumatera Barat dan APBD Kabupaten Pesisir Selatan sehingga kelangkaan vaksin Jembrana dapat diatasi dan perlu penambahan tenaga dokter hewan di Puskeswan Inderapura sehingga Pengendalian penyakit hewan menular lainnya dapat terlaksana dengan optimal. (Koresponden: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda Sub Koordinator Kesehatan Hewan pada Bidang Keswan dan Kesmavet)