Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2014 Tentang Pengendalian Dan Penanggulangan Penyakit Hewan, bahwa Penyakit Hewan adalah gangguan kesehatan pada Hewan yang antara lain, disebabkan oleh cacat genetik, proses degeneratif, gangguan metabolisme, trauma, keracunan, infestasi parasit, dan infeksi mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri, cendawan, dan rickettsia. Di antara Penyakit hewan, ada penyakit hewan menular strategis yang merupakan Penyakit Hewan yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi, keresahan masyarakat, dan/atau kematian hewan yang tinggi. Guna pencegahan penyakit hewan menular terhadap masuknya kuman penyebab penyakit hewan menular ke suatu kawasan peternakan, baik itu untuk peternakan ruminansia maupun unggas, dibutuhkan suatu tindakan biosekuriti.
Biosekuriti merupakan suatu tindakan pengamanan terhadap kuman penyebab penyakit, di antara elemen biosekuriti adalah disinfeksi dan vaksinasi. Bidang Keswan dan Kesmavet pada Kamis, 27 Juni 2024 melaksanakan distribusi bantuan disinfektan dan peralatan pendukung vaksinasi ke Puskeswan Tarusan yang berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tim Keswan yang dipimpin oleh Fungsional Medik Veteriner, drh. Indosrizal bertemu dengan Kepala Puskeswan Tarusan, drh. Alriko Patrisman. Disinfektan yang diserahkan bermerk dagang Spectaral sebanyak 24 liter dan Neomed sebanyak 40 liter. Selain itu juga diserahkan sebanyak 1.800 buah spuit 5 CC dengan kanul 18G.
"Kami ucapkan terimakasih atas bantuan disinfektan untuk kandang ternak besar dan unggas, semoga dapat digunakan oleh peternak dalam rangka pelaksanaan disinfeksi di kandang." ucap dokter Riko.
"Disinfektan pada dasarnya bisa digunakan untuk banyak aspek untuk penyehatan lingkungan dari kuman" ujar pak Andos.
Dari komposisi, tiap mL Spectaral mengandung glutaraldehid 300 mg dan dimetilkokobenzilamoniumkloride yang bekerja sinergis, tidak korosif, berspektrum luas, dan berdaya bunuh kuat terhadap virus, bakteri dan jamur. Penggunaan secara teratur mampu mencegah penyebaran mikroorganisme patogen di lingkungan kandang, peralatan, kendaraan dan air. Sementara Neomed Liverstock Disinfektan dengan formula bebas alkohol yang mampu meringankan kesehatan dan kebersihan hewan ternak. Diformulasikan dengan bahan aktif HOCl 250 ppm untuk tiap mL nya atau hipoklorus asid yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Neomed efektif membunuh bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit pada hewan ternak.
Selain itu juga diserahkan disinfektan Formades, yang merupakan sediaan cair disinfektan dengan spektrum luas, kerja cepat, tahan lama dan aman. Formades mengandung Formalin, Glutaraldehid dan Benzalkonium Klorida. Kombinasi ini menghasilkan disinfektan spektrum dalam pemberantasan virus, kuman Gram Negatif, kuman Gram positif, Mycoplasma, ookista koksidia, jamur dan spora di kandang hewan. Formades membunuh mikroorganisme dalam waktu kurang dari 2 jam karena tegangan permukaannya rendah, sehingga mudah kontak dengan mikroorganisme. Formades memiliki toksisitas kontak yang rendah, sehingga aman digunakan dan tidak korosif terhadap bahan metal pada kandang dan peralatan. Penggunaan disinfektan merupakan upaya preventif dalam pemberantasan penyakit hewan menular. Semoga dengan dialokasikannya disinfektan dan peralatan pendukung vaksinasi dapat lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan hewan di wilayah Puskeswan Tarusan.(#andoz).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!