Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

DERMATOFITOSIS PADA KELINCI

03 Sep 2024 10:46:29 WIB 15x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
DERMATOFITOSIS PADA KELINCI

Oleh: drh. Hayatul Fitro (Medik Veteriner/Kepala Puskeswan Terpadu Painan)

Painan, 03 September 2024. Datang seekor pasien kelinci jenis kelamin betina umur 1 tahun dengan gejala kelainan kulit yang sudah berlangsung selama 3 minggu. Dari hasil pemeriksaan dengan seksama di dapat dignosa kelinci tersebut adalah Dermatofitosis.

Dermatofitosis, atau yang lebih dikenal sebagai kurap, adalah infeksi jamur yang umum terjadi pada kulit hewan, termasuk kelinci. Infeksi ini disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut dermatofit.

Penyebab Dermatofitosis pada Kelinci

  • Penularan: Dermatofitosis dapat menular dari kelinci ke kelinci lain, atau bahkan dari hewan peliharaan lain seperti kucing dan anjing. Selain itu, manusia juga bisa tertular.
  • Jamur Dermatofit: Jenis jamur yang paling sering menyebabkan kurap pada kelinci adalah Trichophyton mentagrophytes.

Gejala Dermatofitosis

Gejala dermatofitosis pada kelinci bisa bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

  • Rambut rontok: Terjadi bercak-bercak botak pada kulit, terutama di sekitar wajah, telinga, dan kaki.
  • Kulit bersisik: Kulit menjadi kering, bersisik, dan kemerahan.
  • Gatal: Kelinci akan sering menggaruk bagian yang terkena.
  • Noda putih: Terkadang, terdapat noda putih seperti serbuk pada kulit yang terkena.

 

Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengambil sampel kulit untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan mikroskopis dan kultur jamur akan membantu mengidentifikasi jenis jamur penyebab infeksi.

Pengobatan

Pengobatan dermatofitosis pada kelinci meliputi:

  • Obat antijamur topikal: Dokter hewan akan meresepkan obat antijamur dalam bentuk salep atau lotion untuk dioleskan pada area yang terkena.
  • Obat antijamur oral: Pada kasus yang parah, mungkin diperlukan pemberian obat antijamur oral.
  • Perawatan lingkungan: Kandang kelinci harus dibersihkan secara menyeluruh dan didesinfeksi untuk mencegah penyebaran jamur.
  • Isolasi: Kelinci yang terinfeksi harus diisolasi dari kelinci lain untuk mencegah penularan.

Pencegahan

  • Karantina: Kelinci baru yang akan diperkenalkan ke dalam rumah harus dikarantina terlebih dahulu untuk memastikan mereka sehat.
  • Kebersihan kandang: Jaga kebersihan kandang kelinci secara teratur.
  • Periksa kesehatan secara berkala: Bawa kelinci ke dokter hewan secara rutin untuk pemeriksaan kesehatan.

Penting untuk Diingat

  • Penularan ke manusia: Dermatofitosis dapat menular ke manusia, terutama pada anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Pengobatan jangka panjang: Pengobatan dermatofitosis membutuhkan waktu yang cukup lama, dan penting untuk mengikuti anjuran dokter hewan.
  • Konsultasi dengan dokter hewan: Jika Anda mencurigai kelinci Anda terkena dermatofitosis, segera konsultasikan dengan dokter hewan.

Dengan penanganan yang tepat, dermatofitosis pada kelinci dapat disembuhkan.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.