BIDANG PERKEBUNAN. Kepala Dinas Pertanian diwakili oleh Pejabat Fungsional Sub-Substansi Produksi Perkebunan, Fetmawati, S.P. menghadiri pertemuan lanjutan difusi inovasi dan penerapan teknologi pengolahan gambir yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Barat. Pertemuan dilaksanakan di Musholla Koto Panjang, Nagari Taluak Tigo Sakato, Kec. Batang Kapas, ikut dalam pertemuan tersebut Camat Batang Kapas, Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batang Kapas, Wali Nagari Taluak Tigo Sakato dan 25 orang anggota kelompok tani. Rabu, 10 Mei 2023.
Fetmawati menjelaskan salah satu komoditi sub sektor perkebunan yang penting adalah komoditi gambir (Uncaria gambier Roxb). Tanaman gambir merupakan tanaman perdu, termasuk salah satu di antara famili Rubiace (kopi-kopian) yang memiliki nilai ekonomi tinggi, yaitu dari ekstrak (getah) daun dan ranting mengandung katechin dan tannin.Indonesia merupakan negara pengekspor gambir terbesar di dunia. 80 persen produksi gambir dunia berasal dari Indonesia dan 80 persen produksi gambir Indonesia berasal dari provinsi Sumatera Barat termasuk Kab. Pesisir Selatan. Negara tujuan ekspor gambir utama Indonesia yaitu India, Bangladesh, Pakistan, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Perancis, Hongkong, Italia, Malaysia, Singapura, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman.
“Perkembangan luas lahan gambir di Kabupaten Pesisir Selatan terjadi sangat pesat pada tahun 2013 hingga tahun 2015. Meskipun produksi gambir di Kabupaten Pesisir Selatan masih lebih sedikit dibanding Kabupaten 50 Kota, produktifitas gambir di Kabupaten Pesisir Selatan merupakan yang paling tinggi diantara daerah penghasil gambir lainnya yaitu mencapai 800 kg/ha”, tambah Fetmawati
“Mengingat pentingnya komoditi gambir ini, maka perlu perhatian yang lebih besar lagi terhadap pengembangan produksi gambir di Kab. Pesisir Selatan. Khusus untuk perkebunan rakyat, tujuan utama pengembangannya adalah untuk mengangkat harkat hidup petani dan keluarganya dengan cara meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani melalui pengembangan kebun. Tujuan lainnya yang lebih luas lagi yaitu pembangunan masyarakat pekebun yang berwiraswasta, sejahtera dan selaras dengan lingkungannya, dan mewujudkan perpaduan usaha yang didukung oleh suatu sistem usaha dengan memadukan berbagai kegiatan produksi pengolahan dan pemasaran hasil dengan menggunakan difusi inivasi dan penerapan teknologi pengolahan gambir yang sangat menguntungkan”, tutupnya. (Korespondensi Wardi, edited by Pertanian Wisata Channel)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!