Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Hari Dokter Hewan Sedunia 2024: Peran Penting Dokter Hewan dalam Isu One Health

10 Oct 2024 10:53:07 WIB 18x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
Hari Dokter Hewan Sedunia 2024: Peran Penting Dokter Hewan dalam Isu One Health
# Lailatul Maghfiroh Pusat Pencegahan dan Penelitian Penyakit Airlangga - Pusat Kolaborasi One Health, Universitas Airlangga # Diterbitkan Online: 30 April 2024 Dokter Hewan adalah profesional medis yang bertanggung jawab utama atas kesehatan dan kesejahteraan hewan dan manusia. Dokter hewan mendiagnosis dan mengendalikan penyakit hewan, menyembuhkan hewan yang sakit dan terluka, mencegah penyebaran penyakit hewan ("zoonosis") ke manusia, dan mendidik pemilik tentang cara merawat hewan peliharaan dan ternak mereka. Mereka memastikan keamanan pangan dengan menjaga kesehatan hewan ternak. Dokter hewan juga bekerja untuk melestarikan dan melindungi satwa liar, serta meningkatkan kesehatan manusia. Wabah penyakit yang ditularkan melalui makanan dan zoonosis baru-baru ini menyoroti hubungan kompleks antara kesehatan manusia dan hewan.? Konsep One Health banyak dipromosikan dalam perawatan hewan. One Health adalah upaya bersama dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja di tingkat lokal, nasional, dan global untuk mencapai kesehatan maksimal bagi manusia, hewan, dan lingkungan.? Pendekatan ini mengakui saling ketergantungan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan serta mendorong kolaborasi lintas disiplin. Kolaborasi antara dokter hewan dan dokter manusia sangat bermanfaat untuk pengendalian penyakit zoonosis. Kewajiban profesional dokter hewan berkembang sebagai respons terhadap harapan masyarakat.? Pekerjaan dokter hewan sekarang melampaui pengobatan kuratif untuk menguntungkan baik hewan maupun pemiliknya. Dokter hewan modern harus mempertimbangkan pandangan global dan memprioritaskan kesejahteraan hewan dan kesehatan masyarakat.? Kolaborasi antara dokter hewan dan kedokteran manusia bukanlah hal baru, seperti yang disajikan. Tinjauan sejarah Haalboom tentang pengendalian penyakit zoonosis di Belanda (1898-2001) menemukan bahwa kerja sama antar disiplin bukanlah perhatian utama. Penulis berpendapat bahwa pencegahan penyakit zoonosis yang tidak efisien berasal dari konflik antara kesehatan masyarakat dan kepentingan komersial industri pangan.? Epidemi Q-fever di Belanda dari 2007 hingga 2010 menyoroti efek menghancurkan dari konflik kepentingan. Kementerian Kesehatan dan Pertanian tidak setuju tentang kausalitas dan bukti ilmiah untuk intervensi, sehingga sulit untuk mengembangkan pendekatan yang efektif. Pihak berwenang harus memusnahkan 50.000 kambing sehat dan hamil karena meningkatnya jumlah manusia yang sakit. Namun, ada indikasi bahwa strategi vaksinasi bisa menghentikan wabah jika diterapkan lebih awal. Beberapa interpretasi dari prinsip One Health, terutama dalam program pengendalian penyakit zoonosis, berpendapat bahwa dokter hewan harus memprioritaskan identifikasi dan memerangi ancaman penyakit zoonosis untuk melindungi kesehatan manusia. Pandangan ini dapat ditemukan dalam program One Health yang terkenal untuk memerangi infeksi zoonosis pada ternak, seperti Flu Burung, Q-fever, dan resistensi antibiotik. Fokusnya adalah pada kesehatan masyarakat, dan strateginya terutama reaktif dan kuratif. ?One Health memainkan peran penting dalam mendorong kolaborasi dalam spesialisasi, mempromosikan transparansi, dan mengintegrasikan berbagai perspektif.? Namun, kami menunjukkan bahwa ini tidak cukup. Kami percaya bahwa pemahaman yang lebih komprehensif tentang One Health akan meningkatkan diskusi tentang pengendalian penyakit zoonosis dan peran profesi kedokteran hewan. Mengakui nilai independen kesehatan hewan dan lingkungan sangat penting, daripada melihatnya semata-mata sebagai sumber potensial penyakit menular atau ancaman kesehatan masyarakat. Pendekatan One Health terhadap penyakit zoonosis tidak hanya harus meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga melindungi hewan dan lingkungan. Perspektif ini menekankan perlunya menangani bahaya kesehatan yang mendasari produksi hewan secara luas, daripada hanya mengobati gejala. Dokter hewan dapat memainkan peran penting dalam situasi ini. Dokter hewan harus memprioritaskan kesehatan hewan saat mempromosikan One Health. Kami menyebut ini sebagai argumen 'kesehatan terbungkus'. Dokter hewan harus menekankan pentingnya hewan sehat dalam sistem produksi ternak, daripada hanya fokus pada tindakan kuratif dan pengendalian untuk penyakit zoonosis. Membangun mekanisme ini untuk melindungi kesehatan hewan pada akhirnya akan membantu kesehatan manusia dan lingkungan. One Health memberikan solusi untuk kesulitan moral pengendalian penyakit zoonosis dengan menjembatani kesenjangan antara kesehatan masyarakat dan hewan. ? # Referensi J. van Herten dan F. L. B. Meijboom. 2019. Tanggung Jawab Dokter Hewan dalam Kerangka One Health. Food Ethics (2019) 3:109–123 [https://doi.org/10.1007/s41055-019-00034-8](https://doi.org/10.1007/s41055-019-00034-8)
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.