Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

KASUS BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) pada Sapi

27 Sep 2024 10:51:03 WIB 17x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
KASUS BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) pada Sapi

Oleh: drh. Hayatul Fitro (Medik Veteriner/Kepala Puskeswan Terpadu Painan)

Painan, 25 September 2024. Datang klien melaporkan sapinya tidak mau makan seharian ini, kemudian kami tindaklanjuti dengan mengunjungi  ternak tersebut ke kandang klien. Berdasarkan hasil pemeriksaan di dapat:

  • Jenis Ternak        : Sapi
  • Ras                      : Simbal (Simental x Bali)
  • Umur                    : +/- 2 Tahun
  • Gejala                  : Tidak mau makan, demam, ingusan, sedikit kembung.
  • Diagnosa              : Bovine Ephemeral Fever (BEF)

Bovine Ephemeral Fever (BEF), juga dikenal sebagai Ephemeral Fever atau Eight-Hour Fever, adalah penyakit virus yang menyerang sapi. Penyakit ini ditandai oleh demam tinggi, gejala neurologis, dan kelemahan otot yang tiba-tiba.

Penyebab

BEF disebabkan oleh virus dari genus Ephemerovirus. Virus ini ditularkan melalui gigitan serangga, seperti nyamuk dan lalat.

Gejala

Gejala BEF pada sapi dapat bervariasi, tetapi biasanya meliputi:

  • Demam tinggi: Suhu tubuh sapi bisa mencapai 41-42°C.
  • Kelemahan otot: Sapi akan tampak lemas dan tidak bersemangat.
  • Gejala neurologis: Beberapa sapi mungkin mengalami gejala neurologis seperti tremor, kejang, atau kesulitan berdiri.
  • Penurunan produksi susu: Sapi perah yang terinfeksi mungkin mengalami penurunan produksi susu.
  • Kematian: Meskipun jarang, kematian dapat terjadi pada sapi yang sangat muda, tua, atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasar.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan spesifik untuk BEF. Pengobatan biasanya bersifat suportif, bertujuan untuk mengurangi gejala dan memastikan sapi tetap terhidrasi.

Pencegahan

  • Vaksinasi: Vaksinasi dapat membantu mencegah BEF pada sapi.
  • Pengendalian serangga: Mengurangi populasi serangga vektor, seperti nyamuk dan lalat, dapat membantu mencegah penularan virus.
  • Biosekuriti: Menerapkan langkah-langkah biosekuriti yang baik, seperti menjaga kebersihan kandang dan membatasi kontak dengan sapi yang sakit, dapat membantu mencegah penyebaran penyakit.

Prognosis

Kebanyakan sapi yang terinfeksi BEF akan pulih dalam beberapa hari. Namun, sapi yang muda, tua, atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasar mungkin lebih rentan terhadap komplikasi.

Jika Anda melihat gejala BEF pada sapi Anda, penting untuk segera menghubungi dokter hewan. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak penyakit.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.