Oleh: drh. Hayatul Fitro (Medik Veteriner / Kepala Puskeswan Terpadu Painan)
Kamis, 06 November 2024. Seorang penyanyang kucing bernama RIza dari Bungo Pasang datang untuk konsultasi membawa anabul kesayangannya. kucingnya berjenis kelamin jantan dari ras persia umur sekitar 1.5 tahun. keluhannya kucing sering bolak balik liter box, pipis tidak keluar lebih dari 24 jam dan tidak makan dan minum. dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan ditemukan kantong kemih (Vesica Urinaria) penuh seperti balon dan ada rasa nyeri saat diraba. dan diagnosa mengarah ke kasus FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) dan mengigiat kondisi ini kami putuskan untuk melakukan tindakan pemasangan kateter.
FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) atau penyakit saluran kemih bagian bawah pada kucing adalah kondisi umum yang melibatkan berbagai gangguan pada saluran kemih bagian bawah kucing. FLUTD sering menyebabkan gejala seperti kesulitan buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil, darah dalam urin, atau buang air kecil di tempat yang tidak biasa. Penyebab FLUTD dapat beragam, seperti infeksi saluran kemih, pembentukan kristal atau batu di saluran kemih, peradangan idiopatik, stres, atau bahkan pola makan.
Gejala FLUTD pada Kucing
Penyebab FLUTD
Penanganan FLUTD pada Kucing
Jika kucing menunjukkan gejala FLUTD, terutama jika mengalami kesulitan buang air kecil, segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!