Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Kasus FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) di Puskeswan Painan

07 Nov 2024 11:31:44 WIB 20x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
Kasus FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) di Puskeswan Painan

Oleh: drh. Hayatul Fitro (Medik Veteriner / Kepala Puskeswan Terpadu Painan)

Kamis, 06 November 2024. Seorang penyanyang kucing bernama RIza dari Bungo Pasang datang untuk konsultasi membawa anabul kesayangannya. kucingnya berjenis kelamin jantan dari ras persia umur sekitar 1.5 tahun. keluhannya kucing sering bolak balik liter box, pipis tidak keluar lebih dari 24 jam dan tidak makan dan minum. dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan ditemukan kantong kemih (Vesica Urinaria) penuh seperti balon dan ada rasa nyeri saat diraba. dan diagnosa mengarah ke kasus FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) dan mengigiat kondisi ini kami putuskan untuk melakukan tindakan pemasangan kateter.

FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) atau penyakit saluran kemih bagian bawah pada kucing adalah kondisi umum yang melibatkan berbagai gangguan pada saluran kemih bagian bawah kucing. FLUTD sering menyebabkan gejala seperti kesulitan buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil, darah dalam urin, atau buang air kecil di tempat yang tidak biasa. Penyebab FLUTD dapat beragam, seperti infeksi saluran kemih, pembentukan kristal atau batu di saluran kemih, peradangan idiopatik, stres, atau bahkan pola makan.

Gejala FLUTD pada Kucing

  1. Sering ke tempat buang air kecil** tetapi hanya sedikit atau tidak ada urin yang keluar
  2. Menunjukkan tanda kesakitan saat buang air kecil, seperti mengeong kesakitan
  3. Urin berdarah (hematuria)
  4. Buang air kecil di luar kotak pasir
  5. Licking (menjilat) berlebihan di area genital
  6. Perilaku agresif atau gelisah

Penyebab FLUTD

  1. Idiopathic Cystitis - peradangan kandung kemih tanpa penyebab pasti, sering terjadi karena stres.
  2. Batu atau Kristal Urin - bisa berupa kristal struvit atau kalsium oksalat yang menghambat aliran urin.
  3. Infeksi Saluran Kemih - lebih jarang pada kucing muda, tetapi lebih sering terjadi pada kucing tua.
  4. Obstruksi Uretra - penumpukan kristal atau lendir di uretra yang menyebabkan penyumbatan, sangat berbahaya dan perlu penanganan darurat.
  5. Faktor Risiko Lain - termasuk obesitas, kurang aktivitas fisik, atau pola makan tinggi magnesium dan rendah air.

Penanganan FLUTD pada Kucing

  1. Meningkatkan Asupan Air - Berikan makanan basah atau tambahkan air ke dalam makanan.
  2. Mengganti Pola Makan - Berikan makanan khusus untuk kesehatan saluran kemih.
  3. Mengurangi Stres - Berikan lingkungan yang nyaman dan minim stres bagi kucing.
  4. Obat-Obatan - Obat penghilang rasa sakit atau antibiotik jika disebabkan infeksi, sesuai petunjuk dokter.
  5. Perawatan Darurat - Jika terdapat penyumbatan, segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mengeluarkan penyumbatan, karena bisa membahayakan nyawa.

Jika kucing menunjukkan gejala FLUTD, terutama jika mengalami kesulitan buang air kecil, segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.