Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

KELOMPOK TANI LABUAH SEPAKAT NAGARI TANJUNG DURIAN PASAR BARU KECAMATAN BAYANG OPTIMIS DENGAN DICAIR

06 Aug 2023 15:15:29 WIB 6x dibaca
BIDANG BSP
KELOMPOK TANI LABUAH SEPAKAT NAGARI TANJUNG DURIAN PASAR BARU KECAMATAN BAYANG OPTIMIS DENGAN DICAIR

Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian. Berdasarkan Undang-Undang Sumber Daya Air Nomor 17 Tahun 2019 bahwa pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi sebagai satu kesatuan sistem pada daerah iirgasi menjadi kewenangan pemerintah yang membidangi sumber daya air. Untuk meningkatkan kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air, Kabupaten Pesisir Selatan menyelenggaran pemberdayaan kelembagaan Sumber Daya Air dengan melibatkan peran masyarakat (termasuk kelembagaan pengelola air). Pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan perekonomian, mengingat fungsi dan perannya salam penyediaan pangan bagi penduduk, pakan dan energi serta tempat bergantungnya mata pencaharian di tingkat petani. Sektor pertanian mempunyai sumbangan yang berarti dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), peningkatan devisa dam peningkatan kesejahteraan petani, sehingga pembangunan pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan dapat dikatakan sebagai motor penggerak dan penyanggan perekonomian nasional dan regional. Dalam rangka peningkatan produksi padi, salah satu program yang dilaksanakan yaitu Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier yang merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan luas areal tanam. Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa bendungan, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani. Tidak berfungsinya atau rusaknya bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun. Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir selatan membantu petani pemakai air dan masyarakat petani yang belum dapat menjalankan tanggung jawabnya dalam pengelolaan irigasi melalui Kegiatan Pembangunan Jaringan irgasi Tersier. Kegiatan Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2023 ini dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan Bidang Pertanian berupa Pembangunan jaringan irigasi dalam bentuk swakelola type 4 yang dikelola oleh petani atau berupa padat karya. Pembangunan Jaringan irigasi dikelompok tani Labuah Sepakat Nagari Tanjung Durian Pasar baru Kecamatan Bayang pada saat ini fisik pekerjaannya sudah mencapai 60%, karena ini didukung oleh swadaya kelompok tani sehingga progres fisik dilapangan sudah mencapai target yang telah ditentukan, pencairan Dana Tahap II sebesar 35% ini dapat meningkatakan fisik dilapangan, Kelompok tani sangat optimis dengan selesainya pembangunan Jaringan Irigasi tersier ini akan dapat mempercepat jadwal tanam dan turun kesawah serta akan dapat meingkatkan Indeks Pertanaman (IP). Diharapkan pekerjaan ini selesai tepat waktu, agar kelompok tani dan masyarakat petani dapat segera turun kesawah dan bisa meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,5 menjadi 2,5 pertahun. Pencairan Tahap II akan berdampak besar terhadap progres fisik dilapangan dan bisa meningkatkan ekonomi disekitar kelompok, karena tenaga kerja/tukang berasal dari petani dan masyarakat disekitar kelompok tani, tentu bahan bangunannya juga berasal dari Nagari Tanjung Durian. Sesuai dengan hasil Monitoring Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, fungsional dengan Koordinator BPP serta penyuluh disela-sela kunjungan tersebut kedepannya diharapkan kepada Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bayang dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar melakukan identifikasi terhadap seluruh kebutuhan petani diwilayah kerja masing-masing, seperti jaringan irigasi yang rusak atau tidak berfungsinya jaringan irigasi dan lahan sawah yang sudah lama tidak ditanam akibat dari tidak adanya jaringan iirgasi atau sawah tadah hujan, agar segera mengusulkan ke Kabupaten untuk dimasukkan kedalam program dan kegiatan berikutnya. Agar lahan sawah yang selama ini tidak berfungsi dengan baik akibat dari belum adanya jaringan irigasi tersier atau tidak berfungsinya jaringan irigasinya, bisa dimanfaatkan dengan baik dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani utamanya peningkatkan produksi pertanian.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.