Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Berita

KENALI JAMUR RINGWORM ATAU DERMATOPHYTOSIS PADA HEWAN PELIHARAAN

07 Mar 2022 11:06:35 WIB 32x dibaca
Atapertanian
KENALI JAMUR RINGWORM ATAU DERMATOPHYTOSIS PADA HEWAN PELIHARAAN

 

BIDANG KESWAN DAN KESMAVET

NO

RINCIAN

URAIAN KEGIATAN

1.

Nama Kegiatan

:

KENALI JAMUR RINGWORM ATAU DERMATOPHYTOSIS PADA HEWAN PELIHARAAN

2.

Tanggal Kegiatan

:

24 Februari 2022

3.

Pelaksana

:

Drh. Suci Nurul Hidayati, Medik Veteriner pada Puskeswan Terpadu Painan

4.

Lokasi Kegiatan

:

PUSKESWAN TERPADU PAINAN

5.

Tujuan Kegiatan

:

melakukan tindakan pengobatan terhadap hewan peliharaan masyarakat sesuai dengan gejala, melihat kondisi hewan tersebut dan mendiagnosa penyakit hewan berdasarkan hasil wawancara dengan si pemilik dan gejala klinis yang terlihat pada hewan. Berdasarkan hasil diagnosa penyakit yang diderita hewan peliharaan masyarakat tersebut (kucing) yaitu ringworm.

Infeksi jamur pada kucing dikenal juga sebagai ringworm atau dermatophytosis. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang tergabung dalam kelompok dermatophytes yang hampir serupa dengan nama penyakitnya. Namun, pada kucing biasanya disebabkan oleh Microsporum Canis atau Trchophyton Mentagrophytes. Infeksi jamur ini menjadi penyakit yang menular. Tidak hanya pada kucing lain maupun hewan lain, tetapi juga pada manusia.

6.

Hasil Kegiatan

:

Infeksi jamur umumnya dialami pada bagian cakar dan kulit. Ada beberapa bagian tubuh kucing yang rentan mengalami kondisi ini, seperti kepala, telinga, punggung, hingga kaki depan. Kucing yang mengalami infeksi jamur atau ringworm, umumnya akan memiliki lesi berbentuk lingkaran dengan tepian yang cukup terlihat dan menyebabkan bulu menjadi rontok atau alopesia.

Perhatikan lesi melingkar yang muncul pada kulit kucing. Infeksi jamur akan menyebabkan kulit menjadi bersisik dan banyak sel kulit yang mati menyerupai ketombe pada bulu kucing. Umumnya, lesi akan terlihat kemerahan dan menebal. Infeksi jamur yang terjadi pada cakar kucing akan menyebabkan cakar menjadi kasar, berlubang, bersisik, dan dapat mengubah bentuk cakar kucing.

Infeksi jamur pada kucing dapat dideteksi dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah atau tes sampel bulu kucing.

Infeksi jamur dapat diatasi dengan beberapa cara, seperti penggunaan sampo anti jamur untuk kucing. Selain penggunaan sampo, penggunaan krim atau salep anti jamur juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan ini pada kucing. Gunakan sampo anti jamur maupun krim dan salep anti jamur.

 

7.

Tanggapan/Ekpos

:

Perawatan dengan sampo dan krim akan semakin optimal jika digunakan bersama obat anti jamur yang bisa diberikan secara oral oleh kucing. Pengobatan oral biasanya akan dilakukan selama enam minggu untuk memastikan infeksi jamur telah diatasi dengan baik.

Spora jamur pada kulit kucing dapat menyebar pada lingkungan kucing berdiam. Sebaiknya pastikan kandang serta lingkungan kucing telah steril agar penyakit ini tidak muncul kembali. Perlu diingat, infeksi jamur dapat menular pada manusia melalui kontak langsung dengan kucing yang terpapar atau jamur yang terpapar pada benda, sebaiknya selalu cuci tangan dengan bersih setelah merawat kucing yang mengalami infeksi jamur.

Korespondensi Suci Nurul Hidayati, edited by Pertanian Wisata Channel

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Kategori tidak tersedia
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.