BPP Koto Xi Tarusan. Kepala Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan, Madrianto, S.Hut, M.H., melakukan kunjungan lapangan ke salah satu jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan di Kenagarian Kapuh , Kec. Koto XI Tarusan, didampingi oleh Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Koto Xi Tarusan, Guswardi, AMd., dan Penyuluh Pertanian WKPP Kapuh, Darcil, SST. Senin, 7 November 2022.
Madrianto menjelaskan, dalam upaya untuk meningkatan produksi padi di daerah irigasi teknis dan irigasi desa diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan dengan menyelaraskan pelaksanaan kegiatan di tiap daerah yang mengalami kerusakan dengan mempertimbangan skala prioritas dengan mempertimbangkan luar areal terdampak dan ketersediaan sumber air.
"Jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kwarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kwarter serta bangunan pelengkapnya pada jaringan irigasi pemerintah. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil usaha tani yakni dengan memperhatikan pengelolaan sumber daya air. Upaya tersebut diprogramkan oleh Kementerian Pertanian yakni RJIT (Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier). Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier memberikan dampak positif yakni terjadi peningkatan produksi padi di Kab. Pesisir Selatan" tambahnya.
Kegiatan RJIT ini diarahkan pada jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan yang terhubung dengan jaringan utama (primer dan sekunder), yang kondisinya baik dan atau sudah direhabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atau dinas provinsi/kabupaten/kota urusan pengairan sesuai kewenangannya." tutup Madrianto.
Sementara itu, Guswardi menyampaikan, " sangat besar harapan dari petani adanya perbaikan pada titik kerusakan pada jaringan irigasi tersier. Selama ini petani dalam pengolahan sawah sangat tergantung kepada kesediaan air yang berasal dari intensitas air hujan. Semoga kunjungan Kepala Dinas ini akan membawa angin segar bagi petani di Kenagarian Kapuh. (send by Pertanian Wisata Channel)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!