Penyakit Jembrana pada Sapi Bali masih menjadi penyakit hewan menular yang endemik di Kabupaten Pesisir Selatan, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 311 Tahun 2023, Penyakit Jembrana merupakan penyakit prioritas yang menjadi isu strategis baik di Wilayah Provinsi Sumatera Barat maupun Nasional. Pada Selasa, 11 Juni 2024, tim Keswan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, ibu Sri Rita Setiawati, S.Pt., M.M, bersama dengan pejabat fungsional di bidang Keswan dan Kesmavet, Sdri. Magdarita, S.Pt, melakukan kunjungan koordinasi dengan Camat Basa Ampek Balai Tapan. Pada pertemuan ini, tim Keswan hanya berjumpa dengan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kantor Camat Basa Ampek Balai Tapan, Marlindawati, SKM, MM. Sempat diadakan dialog terkait pengendalian Penyakit Jembrana di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.
"Terimakasih atas kunjungan ibu kabid ke kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, dengan melihat langsung situasi cara peternak memelihara ternak sapi di lahan perkebunan sawit, semoga tim Keswan Kabupaten dapat memberikan dampak baik dengan dialokasikannya vaksin Jembrana ke Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan".
Ibu Sri Rita, turut memberikan sedikit ulasan terkait Penyakit Jembrana, bahwa "Penyakit ini hanya akan menyerang sapi Bali, tidak sapi yang lain, bahkan sapi Bali yang disilangkan dengan sapi non Bali, akan lebih tahan terhadap serangan virus Jembrana, bahkan tidak menunjukkan gejala klinis".
Kerjasama ini perlu dilanjutkan, mengingat pertanian dan peternakan merupakan salah satu sektor yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. "Dengan beternak, masyarakat bisa menyekolahkan anaknya dan bisa menjadi tabungan untuk biaya sekolah anak-anaknya", tambah bu Marlindawati.
Pada hakikatnya, terkait pengendalian Penyakit Jembrana, Anggaran APBD Kabupaten Pesisir Selatan turut berkontribusi dengan melakukan pengadaan vaksin Penyakit Jembrana di Tahun 2024 ini, dan Kabupaten Pesisir Selatan juga mendapatkan bantuan vaksin Penyakit Jembrana melalui APBD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, walaupun sebenarnya jumlah vaksin yang ada sekarang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk populasi sapi Bali di Kabupaten Pesisir Selatan. Semoga ini dapat membantu, paling tidak dapat menurunkan angka kasus kematian ternak sapi Bali akibat penyakit Jembrana. (#andoz)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!