BPP IV JURAI. Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) IV Jurai, Yonizahordayeni, S.P., beserta jajarannya mengikuti acara Field Day Panen Jagung dengan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT). Kegiatan dihadiri oleh Wali Nagari Tambang dan Kader dari petani anggota Sekolah Lapang Udara Bersih Indonesia (SL-UBI), Asmarmon serta masyarakat sekitar. Rabu, 26 April 2023.
Asmarmon menjelaskan metode MTOT jagung yang dilaksanakannya dengan cara melaksanakan perbandingan antara metode cara konvensional dengan metode MTOT, dari ubinan yang diambil dengan ukuran luas petak ubinan 2,5 m x 2,5 m, diperoleh hasil yang sangat berbeda signifikan dari kedua metode tersebut, setelah dikonversikan untuk metode konvensional diperoleh hasil 15,8 ton/Ha, sedangkan untuk metode MTOT diperoleh hasil 20 ton/Ha.
“Teknik mulsa tanpa olah tanah ini sedang dikembangkan oleh Yayasan FIELD Indonesia, pada program Udara Bersih Indonesia yang dilaksanakan di 8 provinsi, berupa memanfaatkan sisa tanaman seperti jerami, dedaunan dan sisa-sisa tanamkan yang ditebarkan diatas bedengan. Metode bisa dilaksanakan dalam budidaya padi sawah, jagung, sayuran dan tanaman lainnya”, lanjut Asmarmon.
“Penggunaan mulsa dari sisa tanaman ini bertujuan untuk melindungi tanah dari teriknya sinar matahari sehingga mempengaruhi suhu tanah, menjaga kelembaban tanah, menjamin kelangsungan hidup mikroorganisme yang berada dalam tanah”, tutupnya.
Sementara itu, Yonizahordayeni, selaku perpanjangan Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan sangat mengapresiasi pengembangan kegiatan metode MTOT ini wilayah kerjanya di Kec. IV Jurai. “Basawah Pokok Murah, MTOT sangat menguntungkan bagi petani jika dibandingkan dengan cara konvensional yang selama ini dilaksanakan oleh petani, dilihat dari hasil perbandingan ubinan panen dari kedua metode tersebut, semoga bisa kita kembangkan dan selaraskan dengan kegiatan penyuluh kita di wilayah kerjanya masing-masing”, harapnya.
Yayasan Field Indonesia (Farmer Initiatives for Ecological Livelihoods and Democracy -Indonesia) atau Inisiatif Petani untuk Ekologi Perikehidupan dan Demokrasi) adalah sebuah organisasi non pemerintah yang mendukung kelompok masyarakat marginal melalui pola pendidikan pemberdayaan. Sebagai sebuah organisasi non profit, FIELD Indonesia berharap dapat membantu masyarakat marjinal mendapatkan dan dapat mengelola kembali wilayah perikehidupannya untuk meningkatkan kesejahteraannya, serta bergerak untuk memperkuat demokrasi, keadilan, dan kesehatan lingkungan. Sehingga misi FIELD Indonesia dapat memfasilitasi masyarakat agar mampu memperkuat masyarakat petani yang rentan untuk menjadi pelaku dalam upaya memperjuangkan (terwujudnya) ekosistem lingkungan yang seimbang, dan memperoleh kehidupan yang layak, serta memperkuat gerakan masyarakat petani/pedesaan melalui pendidikan partisipatf, riset aksi dan penguatan jaringan organisasi petani. (korespondensi Yonizahordayeni, edited by Pertanian Wisata Channel)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!