Apa itu Ayam KUB? Ayam KUB adalah singkatan dari Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (“KUB”). Ayam satu ini merupakan hasil dari hasil riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan punya banyak keunggulan dari pada jenis lainnya. Satu ekor KUB punya produktivitas untuk menghasilkan telur sampai dengan 180 butir per tahunnya. Jumlah ini terbilang banyak jika Anda bandingkan dengan produktivitas ayam kampung biasa yang menghasilkan 50-75 butir telur tiap tahunnya. Tidak hanya itu saja, bobot yang jenis ayam ini hasilkan adalah 800-1000 gr dalam kurun waktu pemeliharaan 10 minggu. Pertumbuhan bobot ini terbilang cepat jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang umumnya mencapai bobot 1 kilogram dalam 12 minggu. Selain itu, ayam KUB bisa mencapai bobot maksimal dalam 16 – 20 minggu saja. Ciri-ciri Ayam KUB Meskipun KUB ini tampilannya hampir menyerupai ayam kampung yang sering Anda temui, tapi ayam jenis ini memiliki ciri-ciri khas. Ciri-ciri ayam KUB adalah sebagai berikut: Memiliki corak buru lurik-lurik Warna bulunya hampir perak atau keemasan Ketika berumur kurang dari 1 bulan, warna mata cenderung gelap Jenggernya tunggal dan berbentuk gerigi Warna kakinya putih dengan dominasi kuning, abu dan hitam. Asal Ayam Jenis KUB Dari Persilangan Apa? Mungkin Anda penasaran, sebenarnya dari mana asal dari KUB ini? Bagaimana awal mula ayam jenis ini muncul? Nah, ternyata asal ayam KUB ini adalah ayam hasil penelitian Balitbangtan yang dibawahi langsung oleh Kementrian Pertanian. Adapun jenis rumpun yang KUB ini berdasarkan hasil dari SK Menteri Pertanian dengan nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014. Lalu, ayam KUB hasil persilangan dari ayam apa? Kalau ayam kampung biasanya merupakan hasil domestikasi dari ayam Gallus gallus, maka ayam KUB merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis ayam kampung. Penelitian dan pengembangan ayam ini sendiri mulai berjalan sejak tahun 1997 di Ciawi Bogor. Pada saat itu, Balitbangtan Ciawi ini melakukan inisiatif untuk riset pembibitan ayam kampung dengan mencoba mengawinkan beberapa induk ayam kampung yang datang dari berbagai wilayah Jawa Barat. Sebelum ayam-ayam kampung menjalani seleksi, maka para peneliti mempelajari terlebih dahulu karakteristiknya untuk bisa mengenali bagaimana produktivitas dari ayam kampung itu sendiri. Dengan melakukan penelitian, maka Balitbangtan Ciawi bisa mengetahui ayam mana yang sesuai dengan kriteria dan melakukan perbaikan mutu. Dari proses riset dan penelitian inilah ayam jenis ini muncul dan dihasilkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa ayam KUB berasal dari persilangan sesama ayam kampung. Ada tips-tips yang bisa Anda lakukan untuk membuat ayam kampung lebih cepat panen. Berikut ulasan selengkapnya “Cara Ternak Ayam Kampung agar Cepat Panen“. 7 Keunggulan Ayam Kampung Jenis KUB KUB menjadi salah satu kategori yang unggul yang Indonesia miliki sehingga prospek dan pangsa pasarnya terbilang bagus. Jenis ayam satu ini bermanfaat sebagai pedaging atau petelur karena memiliki banyak sekali keunggulan. Beberapa keunggulan dari ayam KUB adalah : 1. Daging bisa Dipanen Lebih Cepat KUB ternyata adalah jenis ayam yang memiliki pertumbuhan sangat cepat jika Anda membandingkannya dengan ayam kampung biasa. Hal ini terlihat dari pertumbuhan bobotnya, di usia 10 minggu ayam satu ini bisa memiliki bobot hingga 1 kg. Tentu saja bobot tersebut berbeda dengan ayam kampung biasa yang baru bisa mencapai bobot 1 kg di usia 12 minggu. Oleh karenanya, masa panen ayam ini dapat Anda lakukan mulai dari minggu ke 10 dengan bobot panen 0,9 – 1 kilogram per ekor. Meski demikian, kualitas daging ayam ini tidak kalah bagus dengan ayam kampung biasa. 2. Harga Jual Daging yang Mahal Selain produktivitasnya yang tinggi, harga daging ayam ini juga mahal dan memiliki rasa yang gurih, sama seperti ayam kampung pada umumnya. Oleh karena itu, banyak penikmat kuliner yang lebih menyukai daging ayam ini. Tidak heran harga daging ayam ini lebih tinggi daripada daging ayam broiler. 3. Produksi Telur yang Tinggi Berbeda dengan jenis ayam kampung biasa, ayam KUB ini bisa menghasilkan telur lebih banyak. Setiap tahunnya, KUB bisa memproduksi telur hingga 180 butir! Sementara ayam kampung yang biasa umumnya hanya menghasilkan sekitar 50-75 butir saja setiap tahunnya. Ayam ini umumnya menghasilkan telur denganberat 35-45 gram per butirnya, tidak berbeda jauh dengan telur ayam kampung pada umumnya. 4. Sifat Mengeram yang Rendah Produksi telur yang tinggi ini didukung oleh sifat mengeram yang sangat rendah jika dibandingkan dengan ayam kampung yang biasa. Oleh karenanya, ayam KUB tidak banyak mengeram dan bisa lebih produktif untuk hasilkan telur. Selain itu, ayam ini sudah mulai bertelur sejak umur 20-22 minggu. Sedikit lebih cepat dari pada ayam kampung biasa yang bertelur mulai pada 20-24 minggu. Oleh karena itu, ayam ini membutuhkan asupan protein dan kalsium yang lebih banyak untuk menunjang produksi telurnya. 5. Konsumsi Pakan yang Sedikit KUB ternyata punya konversi pakan yang rendah yaitu sekitar 3,8 kg saja untuk menghasilkan 1 kilogram telur. Nah, dengan konversi pakan yang rendah ini maka akan membuat peternak lebih berhemat dan tidak membutuhkan banyak biaya untuk anggaran pakan. 6. Tahan Dengan Serangan Penyakit KUB memiliki susunan genetik yang kuat dan membuatnya tahan pada serangan berbagai jenis penyakit. Bahkan, jenis ayam satu ini juga memiliki daya tahan yang bagus pada serangan flu burung. Anda yang sedang mencari ayam dengan ketahanan tubuh bagus, maka bisa ternak ayam jenis ini. 7. Tingkat Kematian yang Rendah Ayam KUB memiliki tingkat kematian yang rendah terutama pada usia dibawah 6 minggu, yaitu hanya 5% saja. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kematian ayam kampung biasa yang mencapai 27%.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!