Oleh: drh. Hayatul Fitro (Medik Veteriner / Kepala Puskeswan Terpadu Painan)
Senin, 25 November 2024. Seorang penghobi anjing berburu babi atau yang lebih dikenal anggota PORBI datang membawa anjing peliharaannya untuk konsultasi. Anjingnya berjenis kelamin jantan dari ras terrier umur sekitar 2 tahun. Keluhannya adalah anjing batuk kering suara menghilang atau serak, nafsu makan menurun drastis dan makin kurus. Kejadian sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Anjing tersebut di dapat dari pedagang anjing yang membawa anjingnya pakai mobil box dalam jumlah banyak. Dari hasil pemeriksaan terdapat gejala klinis bulu kusam, demam, ada reaksi batuk saat di raba bagian tenggorokan dan sedikit reaksi muntah akibat refleks batuk. Kami simpulkan diagnosa sementara yang di alami anjing ini adalah canine infectious respiratory disease (CIRD) atau tracheobronchitis infeksius atau yang lebih dikenal dengan Kennel Cough
Kennel Cough (atau dikenal sebagai tracheobronchitis infeksius) adalah penyakit saluran pernapasan atas yang umum terjadi pada anjing. Penyakit ini biasanya menular dan sering ditemukan di tempat-tempat dengan konsentrasi anjing yang tinggi, seperti kennel, tempat penitipan hewan, atau taman anjing. Penyebabnya bisa berupa infeksi bakteri, virus, atau kombinasi keduanya.
Penyebab Utama
Gejala
Penularan
Kennel cough sangat menular dan menyebar melalui:
Pengobatan
Pencegahan
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Jika anjing menunjukkan:
Dengan perawatan yang tepat, kennel cough umumnya tidak fatal dan anjing dapat sembuh sepenuhnya. Namun, anak anjing, anjing tua, atau anjing dengan kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan perhatian lebih.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!