Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
Monitoring dan Evaluasi Bantuan Alat Kempa Gambir Tahun 2022 Kegiatan Dinas Perkebunan, Tanaman Pang
09 Aug 2023 11:02:52 WIB 9x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Selasa, 8 Agustus 2023.
Kepala bidang perkebunan dan tim yang juga didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan (ppl) serta pimpinan BPP Kecamatan Batang Kapas melakukan monitoring dan evaluasi bantun rumah kempa gambir dan alat pendukung. Bantuan ini bersumber dari dana APBD Provinsi pada anggaran perubahan tahun 2022, rincian bantuan antara lain alat kempa listrik, wadah perebus, rumah kempa, jaringan listrik dan motor roda tiga untuk mendukung operational. Adanya teknologi ini diharapkan mampu membantu petani dalam hal meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pengolahan gambir.
Selama ini alat yg digunakan petani adalah alat kempa manual yang padat karya. Tentu peralihan teknogi yang digunakan butuh proses adaptasi dari petani, butuh jiwa enterpreneur dari kelompok tani untuk bisa optimal dalam menggunakan alat ini. Kapasitas produksi meningkat, tentu membutuhkan biaya produksi yang lebih tinggi.
Hasil monitoring dan evaluasi alat kempa gambir ini belum optimal digunakan oleh kelompok. Salah satu kendala adalah dinamika kelompok dalam kesediaan patungan investasi awal untuk biaya operasional. Anggota kelompok lebih memilih menggunakan alat kempa manual yang berada di ladang masing-masing daripada harus membawa daun gambir ke rumah kempa listrik, yang tentunya membutuhkan biaya angkut tambahan. Hal lain yang membuat kurang minat anggota dan petani gambir menjual daun gambir adalah harga getah gambir yang tinggi. Mengolah getah gambir sendiri jauh lebih menguntungkan daripada jual daun gambir
Walaupun demikian, kepala bidang perkebunan mengharapkan ketua kelompok untuk segera melakukan rapat koordinasi menyikapi hasil monitoring ini. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat kelembagaan, dan mengoptimalkan daun produksi dari anggota kelompok untuk meningkatkan jumlah produksi. Hal ini diharapkan mampu menggerakkan petani sekitar untuk menggunakan jasa rumah kempa Kelompok Tani Rimbo Apa.