Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Kamis, 10 Agustus 2023 melaksanakan monitoring pelayanan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke nagari Tuik IV Koto Mudiek Kecamatan Batang Kapas. Pada agenda ini, tim monitoring yang diketuai oleh ibu Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Sri Rita Setiawati, S.Pt, MM., dan diikuti oleh pejabat fungsional medik veteriner, drh. Indosrizal dan beberapa staf di bidang Keswan dan Kesmavet bertemu dengan Kepala Puskeswan Terpadu Painan, drh. Hayatul Fitro serta beberapa petugas paramedik veteriner wilayah kerja Puskeswan Terpadu Painan. Pelaksanaan vaksinasi PMK didampingi oleh Kepala Kampung Baru. Sebelum pelaksanaan monitoring, tim Keswan dan Kesmavet menyambangi kantor Camat Batang Kapas bertemu dengan Kepala seksi Pelayanan dan kantor Wali Nagari Tuik IV Koto Mudiek bertemu dengan sekretaris nagari untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kegiatan monitoring.
PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. 1. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi.
2. Menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar (penurunan berat badan permanen)
3. Pengendaliannya sulit dan kompleks karena membutuhkan biaya vaksinasi yang sangat besar serta pengawasan lalu lintas hewan yang ketat.
4. Negara Indonesia terdiri dari puluhan ribu pulau dan ratusan pelabuhan besar dan kecil, sehingga rawan penyelundupan ternak dan bahan asal hewan (daging, kulit, dll.) dari negara Endemis PMK seperti India, Brasil, Malaysia, Thailand, Filipina dan sekitarnya.
Penyebab
1. Virus tipe A dari family Picornaviridae, genus Apthovirus.
2. Masa inkubasi 2-14 hari (masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit) Hewan yang rentan tertular Sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi.
Cara Penularan
1. Kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita (droplet, leleran hidung, serpihan kulit).
2. Vektor hidup (terbawa manusia, dll)
3. Bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.)
4. Tersebar melalui angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut).
GEJALA KLINIS
Pada Sapi
1. Pyrexia (demam) mencapai 41°C, anorexia (tidak nafsu makan), menggigil, penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari, kemudian: a. Menggosokkan bibir, menggeretakkan gigi, leleran mulut, suka menendangkan kaki: disebabkan oleh vesikula (lepuh) pada membrane mukosa hidung dan bukal serta antara kuku. b. Setelah 24 jam: vesikula tersebut rupture/pecah setelah terjadi erosi. c. Vesikula bisa juga terjadi pada kelenjar susu.
2. Proses penyembuhan umumnya terjadi antara 8 – 15 hari. 3. Komplikasi: erosi di lidah, superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen, myocarditis, abotus kematian pada hewan muda, kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.
Beberapa kasus PMK pada ternak sapi pernah dilaporkan petugas oleh petugas Puskeswan Painan dari wilayah kecamatan Batang Kapas pada tahun 2022. Saat ini pengendalian yang efektif adalah dengan melaksanakan vaksinasi meskipun pada tahun 2023 kejadian PMK sudah jauh menurun. Adapun poin-poin yang diperhatikan dalam monitoring adalah untuk melihat covered atau cakupan vaksinasi khususnya di nagari Tuik IV Koto Mudiek, dan mengawasi mekanis penyuntikan vaksin oleh petugas mulai dari pengambilan vaksin dari botol vaksin sampai vaksin diberikan termasuk cara handling seekor ternak pada saat vaksinasi.
Sasaran wilayah vaksinasi di nagari IV Koto Mudiek adalah Kampung Baru, Kampung Tuik dan Kampung Gunung. Jumlah populasi ternak terdapat di kampung Baru dan Kampung Tuik. Adapun jumlah ternak yang dapat diberikan vaksinasi PMK adalah sebanyak 50 ekor, yang terdiri ternak sapi Bali dan Sapi Pesisir, dengan rentang umur berbeda.
Vaksinasi PMK yang diberikan saat ini adalah vaksinasi I dan Vaksinasi II dimana vaksinasi II diberikan sebulan setelah vaksinasi I. Semoga dengan adanya monitoring ini dapat memberikan semangat kepada petugas medik veteriner dan paramedik veteriner Puskeswan Painan dalam melakukan pelayanan vaksinasi PMK, dan vaksinasi PMK dapat tercapai sesuai dengan target vaksinasi terhadap lebih kurang 70% populasi ternak sapi dan kerbau di wilayah nagari Tuik IV Koto Mudiek.( Koresponden: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda di Bidang Keswan dan Kesmavet).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!