Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Monitoring Vaksinasi Rabies di Nagari Inderapura Selatan Kecamatan Pancung Soal

08 Aug 2023 19:41:21 WIB 22x dibaca
BIDANG KESWAN
Monitoring Vaksinasi Rabies di Nagari Inderapura Selatan Kecamatan Pancung Soal

Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian pada Selasa, 8 Agustus 2023 melaksanakan monitoring terhadap pelayanan vaksinasi rabies di Nagari Inderapura Selatan Kecamatan Pancung Soal. Personil yang terlibat dalam rangka monitoring ini adalah drh. Indosrizal selaku fungsional medik veteriner, Magdarita Rustam, S.Pt selaku fungsional pengawas bibit ternak dan Tryadi Darman, A.Md staf di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.

Pelayanan vaksinasi ini terlaksana berkat bantuan vaksin rabies dengan merk dagang _Caprivac_ dan biaya operasional pelayanan (BOP) dari sumber dana APBD Propinsi Sumatera Barat melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Adapun tujuan dilaksanakannya monitoring ini adalah untuk memantau perkembangan pelaksanaan vaksinasi terkait cara melakukan vaksinasi, manajemen rantai dingin vaksinadi sehingga vaksin tetap terjaga pada suhu 2°C sampai 8°C. Dengan demikian diharapkan vaksin yang diberikan ke HPR dapat memunculkan kekebalan.

Vaksin merupakan antigen (mikroorganisme) yang dimatikan atau dilemahkan yang bila diberikan kepada hewan yang sehat untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisme tersebut, sehingga bila kemudian terpapar, akan kebal dan tidak terserang penyakit. Vaksinasi rabies sudah dapat diberikan pada HPR atau hewan pembawa rabies (anjing, kucing atau kera) pada saat umur lebih dari 2 bulan atau lepas menyusui. Vaksinasi rabies dapat diulang setahun kemudian untuk mencegah HPR dari penyakit rabies. Vaksin rabies untuk anjing juga menjadi sangat penting karena sejauh ini tidak ada tes yang dapat dilakukan pada orang yang hidup atau hewan untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi. Tidak ada juga pengobatan yang dapat menghentikan virus begitu gejala muncul. Segera setelah kamu mengetahui apakah kamu atau hewan peliharaan terinfeksi virus, hampir bisa dikatakan bahwa langkah pencegahan apapun sudah terlambat. Jika anjing tidak mendapatkan vaksin rabies, ia bisa menggigit, digigit, atau memiliki luka yang tidak diketahui asalnya yang mungkin mengandung virus rabies. Menjaga hewan peliharaan saat ini dengan memberikan vaksin rabies sangat penting dan bahkan diwajibkan oleh hukum di beberapa negara. Pada saat pelaksanaan pelayanan vaksinasi saat ini didapatkan individu HPR yang diberikan vaksin sebanyak 58 ekor, dengan jenis hewan anjing sebanyak 51 ekor dan kucing 7 ekor. Semoga dengan dilaksanakannya monitoring ini, petugas dapat lebih bersemangat dalam menjalankan kegiatan pelayanan vaksinasi di lapangan, sehingga kasus gigitan HPR ke manusia dapat lebih ditekan. (Koresponden: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda di Bidang Keswan dan Kesmavet).

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.