Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

PELAYANAN PENGOBATAN HEWAN DI PUSKESWAN TERPADU PAINAN DIAGNOSA FELINE CALICIVIRUS

26 May 2022 11:12:32 WIB 30x dibaca
Atapertanian
PELAYANAN PENGOBATAN HEWAN DI PUSKESWAN TERPADU PAINAN DIAGNOSA FELINE CALICIVIRUS

PUSKEWAN TERPADU PAINAN. Drh. Suci Nurul Hidayati selaku Medik Veteriner  di Puskeswan Terpadu Painan melakukan Tujuan Kegiatan        : melakukan tindakan pengobatan terhadap hewan peliharaan masyarakat sesuai dengan gejala, melihat kondisi hewan tersebut dan mendiagnosa penyakit hewan berdasarkan hasil wawancara dengan sipemilik dan gejala klinis yang terlihat pada hewan. Berdasarkan hasil diagnosa penyakit yang diderita hewan peliharaan masyarakat tersebut (kucing) yaitu Feline calicivirus (FCV). Rabu, 25 Mei 2022.

Suci menjelaskan Feline calicivirus (FCV) adalah virus yang sangat umum dalam populasi kucing, virus menular ini berasal dari virus calici. Virus ini menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan dan bagian oral. Feline Calicivirus ditularkan dari kucing yang terinfeksi terutama dari kotoran dari mata, hidung, mulut dan juga dapat ditemukan dalam darah, urin, dan kotoran.

Kucing dapat terinfeksi melalui kontak langsung dari kucing ke kucing (droplet dapat membawa virus hingga jarak 1,5 m) dan juga melalui fomites (misalnya mangkuk makanan, mangkuk air, kotak kotoran, kendang, sisir, dan lain – lain). Benda yang mengenai kucing yang terinfeksi setiap hari seperti mangkuk makanan, kandang, dan sisir juga harus dibersihkan secara teratur untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Virus ini masuk ke dalam tubuh kucing melalui mata, hidung (pernafasan) dan mulut. Karena partikel virus yang sangat kecil dan mudah menempel pada sembarang tempat, seperti lantai, tempat tidur kucing, makanan, air minum, dan bahkan baju atau tangan manusia yang tidak steril, maka penularan dapat sangat cepat terjadi. Masa inkubasi dari virus ini relatif cepat yaitu 2 – 4 hari. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan segera bereplikasi di jaringan target yaitu conjungtiva, mukosa mulut, mukosa hidung dan paru – paru.

“Pencegahan terbaik untuk menghindari infeksi virus calici adalah dengan melakukan vaksinasi” tutup Suci. (Korespondensi Suci Nurul Hidayati, edited by Pertanian Wisata Channel).

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.