Aksi tanggap cepat dari Puskeswan Terpadu Padang Laban terkait laporan kejadian penyakit sapi bali yang kembali meningkat di Nagari Sungai Liku. Oleh tim Puskeswan Padang Laban, sapi yang mengalami sakit diberikan pengobatan, pemberian vitamin dan desinfeksi kandang. Penyakit yang muncul pada sapi Bali ini menunjukan adanya gejala penyakit Jembrana.
Dimana gejala yang terlihat seperti adanya Demam (suhu badan sapi tinggi, berkisar antara 39° C-41,5° C), Pembengkakan hebat kelenjar limfe, Erosi (luka-luka) pada selaput lendir mulut, dan Diare yang sering bercampur darah. Pada penyakit yang akut, khusus pada wabah pertama, kematian dapat terjadi tiba-tiba. Kematian juga dapat terjadi dalam waktu relatif singkat pada sejumlah hewan dengan kondisi tubuh yang masih bagus.
Penyakit Jembrana adalah penyakit yang disebab oleh virus dari famili Retroviridae, subfamili Lentivirinae. Adapun sifat-sifat biologis virus penyakit jembrana adalah sebagai berikut : • Masa inkubasi pendek yaitu sekitar 5-7 hari dan hanya menyerang sapi bali • Tahan terhadap antibiotika • Virus jembrana dapat tinggal dalam darah dan jaringan tubuh penderita dalam waktu yang cukup lama.
Penanggulangan penyakit secara umum dilakukan dengan cara pencegahan dan pengobatan. Tindakan pencegahan, yaitu mengupayakan agar virus tidak menyebar, tindakan tersebut meliputi: karantina, Isolasi, Sanitasi, Spraying, Memelihara sapi secara baik, dan Vaksinasi.
Kendala yang dialami oleh tim Puskeswan Padang Laban adalah tidak tersedianya Vaksin Jembrana oleh pemerintah daerah maupun pusat. Untuk itu, diharapkan ketersediaan vaksin jembrana secepatnya diadakan supaya penularan penyakit Jembrana antar sapi Bali dapat teratasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!