Petugas Puskeswan Painan Tangani Kasus Retensio Plasenta pada Sapi di Nagari Sago Salido
Painan, 15 Oktober 2025 — Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Painan, Syaf Jonedi, S.Pt, melaksanakan pelayanan kesehatan hewan berupa penanganan kasus retensio plasenta pada ternak sapi milik warga di Nagari Sago Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.
Kasus ini diketahui setelah pemilik ternak melaporkan bahwa sapi betinanya tidak dapat mengeluarkan plasenta beberapa jam setelah proses kelahiran. Menanggapi laporan tersebut, petugas Syaf Jonedi, S.Pt segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan medis di lapangan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, sapi mengalami retensio plasenta atau tidak keluarnya ari-ari setelah melahirkan. Penanganan dilakukan dengan pemberian oksitosin untuk merangsang kontraksi uterus, serta terapi antibiotik guna mencegah infeksi pada saluran reproduksi,” jelas Syaf Jonedi.
Selain melakukan tindakan medis, petugas juga memberikan penyuluhan kepada pemilik ternak mengenai cara pencegahan retensio plasenta, pentingnya menjaga kebersihan kandang, dan pemberian pakan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan reproduksi sapi.
Menurut Syaf Jonedi, kasus retensio plasenta cukup sering terjadi, terutama pada sapi yang mengalami kekurangan nutrisi, stres, atau memiliki riwayat gangguan reproduksi. “Penanganan cepat sangat penting agar tidak terjadi infeksi rahim yang bisa menurunkan produktivitas dan kesuburan sapi,” tambahnya.
Dengan penanganan yang tepat, kondisi sapi kini mulai membaik dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan rutin Puskeswan Painan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ternak di wilayah kerja Puskeswan, serta mendukung program pemerintah daerah dalam pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!