Lunang, 8 Agustus 2023 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lunang melaksanakan pendampingan teknis Pemupukan tanaman jagung hibrida, di Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian (WKPP) Lunang Dua Kelompok Tani Karya Makmur di Nagari Lunang Barat. Salah satu upaya peningkatan produksi jagung yang melalui varietas unggul harus diikuti dengan ketepatan pemupukan secara spesfik lokasi. Tanaman jagung hibrida adalah salah satu tanaman yang sangat respon terhadap penyerapan pupuk, sehingga apabila disepelekan pemupukanya maka tanaman akan kurus yang mempunyai produksi yang rendah.
Pemupukan tanaman jagung terbagi menjadi 3 fase yaitu Pemupukan dasar, dalam pemberian pupuk dasar, pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik untuk menutup lubang tanam jagung, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman jagung sampai pemupukan berikutnya tetap terpenuhi dan pertumbuhannya tidak terganggu. Pemupukan susulan 1 (fase vegetatif) dilakukan pada umur tanaman jagung 2- 3 minggu setelah tanam. Pemupukan susulan 2 (fase generatif) dilakukan pada umur ± 5 minggu atau diatas 36 HST. Pada pemupukan 1 dan 2 dengan jenis pupuk Urea dan Phonska, Cara aplikasinya adalah dengan membuat lubang menggunakan tugal berjarak 5-10 cm dari pangkal tanaman. Taburkan pupuk dengan dosis 5-10 gram per tanaman kemudian tutup kembali.
Demikianlah pemupukan pada tanaman jagung dengan harapan jumlah pupuk dan cara aplikasinya bisa mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal dan menghasilkan produktivitas sesuai target atau hasil diharapkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!