Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
Penanganan distokia pada ternak sapi bali di nagari Sungai Tunu Kecamatan Ranah Pesisir
01 Aug 2024 11:39:06 WIB 8x dibaca
PUSKESWAN PADANG LABAN
Pada tanggal 31 Juli 2024, petugas Puskeswan Padang Laban melakukan pelayanan keswan pada sapi bali milik iyus di nagari sungai tunu yang mengalami distosia. Pelayanan ini dilakukan oleh drh. Fitriyah Yuskha selaku petugas medis veteriner dan Azizul Roy Yeza Selaku Paramedis Veteriner dari Puskeswan Padang Laban.
Distokia merupakan istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan situasi ketika proses kelahiran sapi mengalami kesulitan, melambat, atau terhalang. Situasi ini dapat menjadi ancaman serius, baik bagi induk sapi maupun anak sapi yang belum lahir. Distokia dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu induk yang memiliki pinggul sempit dan ukuran anak yang besar, kelainan posisi fetus / anak dalam uterus /rahim, atau dapat disebabkan oleh kelainan pertumbuhan dari fetus.
Penanganan yang dilakukan ketika terjadinya distokia pada sapi adalah dengan pemeriksaan melalui vagina untuk memastikan posisi fetus, ukuran dan derajat ruang panggul, dan derajat pembukaan serviks (leher rahim). Apabila posisi fetus sudah benar dan pembukaan serviks sudah sempurna maka dapat dilakukan penarikan dari fetus untuk keluar/ lahir.