Petugas Medis dan Paramedis Puskeswan terpadu Tarusan melakukan penanganan Prolaps pada ternak sapi di Gurun panjang Kecamatan Bayang. Prolaps pada sapi merupakan masalah yang dapat menimbulkan keadaan frustrasi kesehatan bagi produsen sapi potong. Jika tidak dirawat atau ditangani secara tidak tepat, penyakit ini dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar. Prolaps adalah akibat dari jaringan yang biasanya berupa tabung di dalam tubuh yang terbalik dan menonjol keluar dari tubuh. Rektum, vagina dan rahim umumnya mengalami prolaps pada sapi potong. Prolaps vagina paling sering terjadi pada sapi potong yang sedang bunting. Hal ini terkait dengan peningkatan tekanan di perut sapi tersebut. Sapi gemuk lebih rentan mengalami masalah ini karena lemak meningkatkan tekanan di perut. Jatah yang membuat perut sangat kenyang juga meningkatkan risiko. Dua situasi umum dimana hal ini terjadi adalah pada musim dingin ketika sapi mendapat jerami berkualitas buruk dan pada musim semi ketika padang rumput subur dengan kandungan air tinggi menyebabkan sapi kenyang. Tahap akhir kehamilan meningkatkan tekanan perut dan juga berhubungan dengan hormon yang mempersiapkan jaringan bagian belakang untuk melahirkan sehingga jaringan yang lebih lunak dan bengkak ini memungkinkan terjadinya prolaps. Prolaps Ani/ Rektal terjadi pada keadaan berikut: 1. Anak sapi berumur beberapa bulan menderita diare, terutama akibat koksidiosis 2.Anak sapi yang diberi ransum konsentrat tinggi yang sangat enak sehingga membuat mereka kenyang secara berlebihan 3. Anak sapi jantan atau sapi jantan yang menunggangi sapi postur tinggi yang sedang berahi 4. Sapi yang mengejan, terkadang mengalami prolaps vagina Prolaps cukup mudah dikenali ketika jaringan berwarna merah muda terlihat menonjol di bawah ekor. Perhatian dokter hewan harus selalu diberikan pada hari yang sama saat terjadi prolaps. Jika prolaps tidak diganti, kondisinya akan memburuk dengan cepat. Jaringannya membengkak, kering, terbakar sinar matahari atau membeku dan mungkin terkoyak oleh struktur atau dirusak oleh ternak lain. Kadang-kadang sapi yang mengalami prolaps tidak dapat buang air kecil sehingga timbul rasa tidak nyaman dan mengejan. Perawatan yang tepat tidak hanya mencakup penggantian prolaps tetapi juga pemasangan jahitan untuk mencegah kekambuhan. Dalam jangka pendek, ternak yang dirawat dengan tepat karena prolaps biasanya akan mendapatkan hasil yang cukup baik. Setelah diganti, pembengkakan mereda dan ketegangan biasanya berhenti. Sapi bunting tentu saja tidak bisa melahirkan anaknya melalui jahitan penahan pada bagian prolaps. Terkadang menginduksi pedet dengan suntikan akan memungkinkan prediksi kapan pedet akan lahir sehingga jahitan dapat dibatalkan. Setelah melahirkan, jahitan harus diganti karena kemungkinan terulangnya prolaps setelah melahirkan. Dalam jangka panjang, sebagian besar sapi yang mengalami prolaps sebaiknya tidak digunakan untuk pembibitan. Mau tidak mau, sapi yang mengalami prolaps vagina akan mengalami masalah yang sama pada tahun berikutnya. Prolaps rektum mungkin bersifat turun temurun sehingga disarankan agar hewan ini juga digunakan untuk produksi daging. Prolaps uterus merupakan masalah khusus. Ini hanya akan terjadi pada hari pertama atau lebih setelah melahirkan. Rahim yang mengalami prolaps jauh lebih besar, biasanya turun hampir sampai ke kaki sapi. Ia juga akan memiliki caruncle besar berwarna merah tua tempat kotiledon menempel. Prolaps merupakan suatu kejadian kesehatan yang tidak menyenangkan pada suatu usaha peternakan sapi potong. Mengenali penyakit ini sejak dini dan menanganinya dengan tepat akan meminimalkan dampak ekonominya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!